Path: TopS1-Final ProjectFaculty_of_LawDepartment_of_Criminal_Law2011

PERANAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Di Polresta Malang)

Undergraduate Theses from JIPTUNMERPP / 2012-04-23 14:05:51
Oleh : UMBU NGGONGI H. MEHA, Department of Criminal Law Merdeka University Malang
Dibuat : 2011-04-01, dengan 0 file

Keyword : Peranan rekonstruksi, proses penyidikan, tindak pidana pembunuhan, Polresta Malang


Pembuktian merupakan hal yang penting dalam penerapan hukum guna memperoleh kepastian hukum. Terutama dalam diri tersangkah atau terdakwa yang disangka telah melakuakan tindak pidana. Untuk itu dibutuhkan suatu peraturan hukum acara pidana.
Hukum acara pidana ini menentukan bagaimana seorang penyidik dan siapa yang berwewenang dalam melakukan penangkapan, penahanan terhadap tersangka yang telah melakukan tindak pidana, serta bagaimana melakukan penyitaan terhadap barang-barang yang berhubungan dengan tindak pidana. Sealin itu keahlian dan kecekatan dari penyidik sangat dibutuhkan baik itu dalam hal penanganan terhadap diri tersangka agar jangan melarikan diri serta pengamanan barang-barabg bukti dari tempat kejadian yang dipergunakan dalam suatu tindak pidana khususnya dalam tidak pidana pembunuhan. Karena hal ini sangat penting dalam hal pembuktian tentang benar tidaknya sang tersangka atau terdakwa telah melakukan tindak pidana. Untuk memperjelas suatu tindak pidana khususnya dalam hal tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka, maka penyidik perlu melengkapi berkas-berkas berita acara pemeriksaan terhadap diri tersangka dengan mengadakan pembuktian di lapangan yaitu dengan cara mengadakan rekonstruksi proses terjadinya tindak pidana tersebut dengan cara diperagakan langsung oleh tersangka sendiri.
Secara etimologis Rekonstruksi terdiri dari dua kata “ RE” dan “KONSTRUKSI”. “RE” artinya perbuatan mengulang kembali. “KONSTRUKSI” artinya bentuk dasar. Berdasarkan pengertian secara etimologis ini, maka REKONSTRUKSI dapat diartiakan sebagai pengembalian kepada keadaan dasar (semula)

Deskripsi Alternatif :


Pembuktian merupakan hal yang penting dalam penerapan hukum guna memperoleh kepastian hukum. Terutama dalam diri tersangkah atau terdakwa yang disangka telah melakuakan tindak pidana. Untuk itu dibutuhkan suatu peraturan hukum acara pidana.
Hukum acara pidana ini menentukan bagaimana seorang penyidik dan siapa yang berwewenang dalam melakukan penangkapan, penahanan terhadap tersangka yang telah melakukan tindak pidana, serta bagaimana melakukan penyitaan terhadap barang-barang yang berhubungan dengan tindak pidana. Sealin itu keahlian dan kecekatan dari penyidik sangat dibutuhkan baik itu dalam hal penanganan terhadap diri tersangka agar jangan melarikan diri serta pengamanan barang-barabg bukti dari tempat kejadian yang dipergunakan dalam suatu tindak pidana khususnya dalam tidak pidana pembunuhan. Karena hal ini sangat penting dalam hal pembuktian tentang benar tidaknya sang tersangka atau terdakwa telah melakukan tindak pidana. Untuk memperjelas suatu tindak pidana khususnya dalam hal tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka, maka penyidik perlu melengkapi berkas-berkas berita acara pemeriksaan terhadap diri tersangka dengan mengadakan pembuktian di lapangan yaitu dengan cara mengadakan rekonstruksi proses terjadinya tindak pidana tersebut dengan cara diperagakan langsung oleh tersangka sendiri.
Secara etimologis Rekonstruksi terdiri dari dua kata “ RE” dan “KONSTRUKSI”. “RE” artinya perbuatan mengulang kembali. “KONSTRUKSI” artinya bentuk dasar. Berdasarkan pengertian secara etimologis ini, maka REKONSTRUKSI dapat diartiakan sebagai pengembalian kepada keadaan dasar (semula)

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiDepartment of Criminal Law Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: 1. H . Setiyono, S.H, M H. ; 2. Hj. Enny Ristanti, S.H, MS., Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.