Path: Top » S1-Final Project » Faculty_of_Law » Department_of_Criminal_Law » 2011

EUTHANASIA DITINJAU DARI KODE ETIK KEDOKTERAN DAN HUKUM PIDANA

Undergraduate Theses from JIPTUNMERPP / 2012-04-23 13:37:08
Oleh : TUMIAR ROHANA SIMANJUNTAK, Department of Criminal Law Merdeka University Malang
Dibuat : 2011-04-01, dengan file

Keyword : EUTHANASIA, KODE ETIK KEDOKTERAN, HUKUM PIDANA

Euthanasia berasaldari bahasa Yunani, “eu” yang artinya normal, baik, enak atau sehat dan “thanatos” yang artinya mati. Secara harafiah, sebenarnya istilah itu mempunyai maksud baik, yaitu mati secara baik (dan mudah atau enak), yang tanpa penderitaan. Tetapi dalam kalangan medis, istilah itu berarti “membantu seseorang untuk meninggal lebih cepat demi untuk membebaskannya dari penderitaan akibat penyakit”. Sehingga kadang-kadang Euthanasia diartikan sebagai suatu kematian karena belas kasihan. Euthanasia ada pada zaman dahulu dikarenakan suatu adat atau kebiasaaan turun temurun dari suku tertentu, seperti suku pengembara, alasan menghilangkan nyawa seseorang yang sudah tua dan orang yang sudah lemah, karena sudah tidak dapat lagi melakukan perjalanan. Euthanasia terdiri dari beberapa jenis menurut pelaksanaanya, yaitu Euthanasia Aktif dan Euthanasia Pasif.
Pengaturan masalah euthanasia di Indonesia, satu-satunya hanya terdapat di dalam pasal 344 KUHP, dimana dalam pasal tersebut mengatur tentang euthanasia aktif dan tidak mengatur mengenai euthanasia pasif.
Pada prinsipnya masalah euthanasia dalam profesi kedokteran dinyatakan dilarang. Hal ini disebabkan karena euthanasia sangat bertentangan dengan agama, Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Sumpah Hippocrates dari dokter. Oleh karena itu, prinsip euthanasia jelas tidak dianut oleh dokter-dokter di Indonesia.
Klaim-klaim hukum terhadap tindakan dokter dalam euthanasia merupakan bentuk lain dari sisi negatif dalam penerapan ilmu, yang terkadang sama sekali tidak terbayangkan oleh dokter yang bersangkutan. Jadi perkembangan ilmu yang kemudian diwujudkan dalam tindakan berkembang dalam kebudayaan manusia serta sekaligus mempengaruhi kebudayaan manusia melalui dua sisi tersebut, pada gilirannya tentu dapat berupa manfaat dan atau bencana. Demikian pula euthanasia dapat hadir diantara manfaat dan bencana.
E

Deskripsi Alternatif :

Euthanasia berasaldari bahasa Yunani, “eu” yang artinya normal, baik, enak atau sehat dan “thanatos” yang artinya mati. Secara harafiah, sebenarnya istilah itu mempunyai maksud baik, yaitu mati secara baik (dan mudah atau enak), yang tanpa penderitaan. Tetapi dalam kalangan medis, istilah itu berarti “membantu seseorang untuk meninggal lebih cepat demi untuk membebaskannya dari penderitaan akibat penyakit”. Sehingga kadang-kadang Euthanasia diartikan sebagai suatu kematian karena belas kasihan. Euthanasia ada pada zaman dahulu dikarenakan suatu adat atau kebiasaaan turun temurun dari suku tertentu, seperti suku pengembara, alasan menghilangkan nyawa seseorang yang sudah tua dan orang yang sudah lemah, karena sudah tidak dapat lagi melakukan perjalanan. Euthanasia terdiri dari beberapa jenis menurut pelaksanaanya, yaitu Euthanasia Aktif dan Euthanasia Pasif.
Pengaturan masalah euthanasia di Indonesia, satu-satunya hanya terdapat di dalam pasal 344 KUHP, dimana dalam pasal tersebut mengatur tentang euthanasia aktif dan tidak mengatur mengenai euthanasia pasif.
Pada prinsipnya masalah euthanasia dalam profesi kedokteran dinyatakan dilarang. Hal ini disebabkan karena euthanasia sangat bertentangan dengan agama, Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Sumpah Hippocrates dari dokter. Oleh karena itu, prinsip euthanasia jelas tidak dianut oleh dokter-dokter di Indonesia.
Klaim-klaim hukum terhadap tindakan dokter dalam euthanasia merupakan bentuk lain dari sisi negatif dalam penerapan ilmu, yang terkadang sama sekali tidak terbayangkan oleh dokter yang bersangkutan. Jadi perkembangan ilmu yang kemudian diwujudkan dalam tindakan berkembang dalam kebudayaan manusia serta sekaligus mempengaruhi kebudayaan manusia melalui dua sisi tersebut, pada gilirannya tentu dapat berupa manfaat dan atau bencana. Demikian pula euthanasia dapat hadir diantara manfaat dan bencana.
E

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiD
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: 1. H. Muhari Agus, SH. M Hum. ; 2. Indrawati, SH. M Hum., Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.