Path: Top Research Report S1-Engineering Faculty_of_Engineering 1999

Drainase kota Batu dan kajian penyebab gangguan genangan sementara

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:31
Oleh : Djoko Dwi Asmoro, Ir., Faculty of Engineering - Merdeka University Malang
Dibuat : 1999-04-23, dengan file

Keyword : Drainase, genangan

Meresapnya air hujan kedalam tanah dipengaruhi oleh kondisi permukaan tanah, tanah terbuka lebih cepat meresapkan air hujan melalui pori-pori tanah, untuk kawasan pemukiman atau adanya bangunan lain, air hujan tidak dapat langsung meresap kedalam tanah karena terhalang oleh lapisan kedap air seperti bangunan dan atapnya, jalan, trotoir dan sebagainya.
Perubahan jumlah ruang terbuka akibat bertambahnya jumlah pemukiman dan fasilitas lainnya, yang dipicu oleh peningkatan jumlah penduduk menyebabkan berkurangnya air yang meresap kedalam tanah, yang pada akhirnya aliran permukaan makin besar.
Debit banjir rancangan, dianalisis menggunakan skala kala ulang sesuai standart dari intergrated Urban Infra Struktur Development Program, dan jumlah air kotor sesuai jumlah penduduk tahun proyeksi 2010, dibandingkan dengan kapasitas saluran yang ada didapatkan kapasitas saluran lebih kecil dari debit banjir rancangan pada saluran drainase 1,2,3,3a,5,5a,6,7,7a,8,9,10,11,11a,12,13,15,16,16a,17,17a,18b,20b,21,21a,22,23a,23b,24,27,27a,28,29,29a,30,32a,32b,35a,36.
Genangan sementara pada ruas jalan dan daerah, akibat saluran drainase tidak memadai terhadap debit banjir rancangan, dapat diatasi dengan perbaikan sistem drainase dibagi kedalam sepuluh sub sistem dan perbaikan saluran menggunakan prinsip mempertahankan dimensi saluran yang ada dengan membuat saluran cabang dan saluran baru, bila tidak mungkin ditempuh perubahan ukuran sesuai dengan debit banjir rancangannya.

Deskripsi Alternatif :

Meresapnya air hujan kedalam tanah dipengaruhi oleh kondisi permukaan tanah, tanah terbuka lebih cepat meresapkan air hujan melalui pori-pori tanah, untuk kawasan pemukiman atau adanya bangunan lain, air hujan tidak dapat langsung meresap kedalam tanah karena terhalang oleh lapisan kedap air seperti bangunan dan atapnya, jalan, trotoir dan sebagainya.
Perubahan jumlah ruang terbuka akibat bertambahnya jumlah pemukiman dan fasilitas lainnya, yang dipicu oleh peningkatan jumlah penduduk menyebabkan berkurangnya air yang meresap kedalam tanah, yang pada akhirnya aliran permukaan makin besar.
Debit banjir rancangan, dianalisis menggunakan skala kala ulang sesuai standart dari intergrated Urban Infra Struktur Development Program, dan jumlah air kotor sesuai jumlah penduduk tahun proyeksi 2010, dibandingkan dengan kapasitas saluran yang ada didapatkan kapasitas saluran lebih kecil dari debit banjir rancangan pada saluran drainase 1,2,3,3a,5,5a,6,7,7a,8,9,10,11,11a,12,13,15,16,16a,17,17a,18b,20b,21,21a,22,23a,23b,24,27,27a,28,29,29a,30,32a,32b,35a,36.
Genangan sementara pada ruas jalan dan daerah, akibat saluran drainase tidak memadai terhadap debit banjir rancangan, dapat diatasi dengan perbaikan sistem drainase dibagi kedalam sepuluh sub sistem dan perbaikan saluran menggunakan prinsip mempertahankan dimensi saluran yang ada dengan membuat saluran cabang dan saluran baru, bila tidak mungkin ditempuh perubahan ukuran sesuai dengan debit banjir rancangannya.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiF
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: