Path: Top Research Report S1-Political_and_Social_Science Faculty_of_Social_and_Political_Sciences 1999

Program pembinaan keluarga pra sejahtera menuju keluarga sejahtera melalui model pemberian bantuan sarana usaha

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:33
Oleh : Bonaventura Ngarawula, Drs. MS. , Rofinus Ngabut, Drs. M Si. , Franica Yudhi, Drs., Faculty of Social and Political Sciences - Merdeka University Malang
Dibuat : 1999-03-01, dengan 0 file

Keyword : Keluarga, sejahtera, sarana usaha, kemiskinan

Meningkatnya angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Malang mengakibatkan makin tingginya usaha kecil terutama yang bergerak di sektor informal.

Usaha kecil sektor informal yang kemudian berkembang secara meluas, berdampak pada pengembangan kota serta penataannya, diikuti pula dampak sosial dimana meningkat pula tindakan-tindakan yang mengarah pada kriminal.

Oleh karenanya semenjak tahun 1996, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang mencoba melakukan "Pendekatan Bantuan Langsung' yang pada mulanya memang bertujuan "mulia" atau "charity". Beberapa kali Program "charity" ini dilakukan berakibat adanya dampak sampingan yang justru melemahkan potensi usaha kecil. Akibat yang muncul tersebut, antara lainnya sikap status quo, kurang adanya motivasi, rendahnya semangat daya saing diikuti pula rendahnya kualitas usaha serta munculnya mental "nrimo".

Perkembangan yang terjadi semenjak tahun 1996 hingga tahun 1998, dapat dikembangkan peneliti dengan diawali langkah pengamatan yang dilakukan. Pada 2 (dua) desa yang menjadi sampel penelitian ini, nampak jelas adanya "kemunduran" secara menyeluruh akibat adanya Perkembangan "Charity" tadi. Kondisi yang terjadi adalah punahnya usaha-usaha kecil serta sejumiah tenaga kerjanya, serta muncul gejala -gejala sosial yang kurang kondusif.
Dalam identifikasi potensi sektor informal yang berkembang di dua desa tersebut, peneliti mencoba melakukan pendekatan alternatif, yakni dengan "Model Pembinaan dan Pendampingan Bantuan Usaha" yang pada dasarnya merupakan model alternatif yang mendukung pemberdayaan usaha kecil sektor informal. Model ini pada dasarnya tidak hanya berusaha menyempurnakan model Charity, tetapi lebih dari itu peneliti justru membuat desain lanjutan dimana terjadinya daya saing usaha kecil yang mengarah kelangsungan. Formula "Food Center" yang dihasilkan, melalui model ini pada dasarnya memperhatikan kinerja usaha, termasuk motivasi dan kemandirian serta persaingan pasar dengan diikuti kualitas usaha.

Di Kelurahan Balearjosari Keeamatan Blimbing dan Kelurahan Pisang Candi Kecamamn Sukun, jumlah usaha sektor informal sebenarnya berkembang cukup pesat. Secara umum jumlah industri makanan, minuman dan tembakau di Wilayah Kodya Malang adalah terserap sebanyak 2.015 orang jumlah tenaga kerja. Jumlah penduduk lingkungan Kecamatan Blimbing 153.562 orang dan di Kecamatan Sukun sebanyak 152.713 orang (BPS Kodya Malang, 1997). Sementara itu jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha utama. Pada tahun 1997, untuk bidang pertanian 7.772 orang, jasa 117.778 orang dan lain-lain 840 orang.

Perkembangan yang terjadi semenjak tahun 1996 hingga tahun 1998, telah diamati peneliti dengan diawali langkah identifikasi menyeluruh. Pada 2 (dua) desa yang menjadi sampel penelitian ini, nampak jelas adanya "kemunduran" secara menyeluruh akibat adanya pola "Charity" tadi. Kondisi yang terjadi adalah punahnya usaha-usaha kecil serta sejumlah tenaga kerjanya, serta muncul gejala-gejala sosial yang kurang kondusif.

Dalam identifikasi potensi sektor informal yang berkembang di dua desa tersebut, peneliti mencoba melakukan pendekatan alternatif, yakni dengan "Model Pembinaan Bantuan Usaha" yang sebenarnya merupakan model alternatif mendukung pemberdayaan usaha kecil sektor informal. Model ini pada dasarnya tidak hanya berusaha menyempurnakan model Charity, tetapi lebih dari itu peneliti justru membuat desain lanjutan dimana terjadinya daya saing usaha kecil yang mengarah kelangsungan. Formula "Food Center" yang dihasilkan, melalui model ini pada dasarnya memperhatikan kinerja usaha, termasuk motivasi dan kemandirian serta persaingan pasar dengan diikuti kualitas usaha.

Dengan potensi tersebut, pola pembinaan khususnya terhadap usaha kecil, perlu lebih diarhkan dan diintensifkan terutama dalam rangka pemberdayaan kelompok yang bergerak disektor informal. Untuk melakukan program alternatif dan pembinaan terhadap kelompok tersebut, maka peneliti mengajukan sebuah pola "MODEL PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN BANTUAN USAHA", dalam formulasi bantuan yang memberi NILAI TAMBAH DAN MENJAMIN KELANGSUNGAN USAHA. Model yang diajukan oleh peneliti adalah model pendampingan dan pembinaan pada kelompok usaha sektor informal yang telah terseleksi secara potential untuk melakukan program pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok tersebut, maka peneliti mengajukan sebuah pola "Model Pembinaan Bantuan Usaha", dalam formulasi bantuan yang memberi Nilai Tambah dan Menjamin Kelangsungan Usaha.

Dalam hal ini peneliti akan bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dan pendampingan. Hasil akhir daripada program pembinaan dan pendampingan ini adalah terbentuknya sebuah "Food Center' atau Pusat Usaha Makanan yang dapat meningkatkan pendapatan pada pengusaha sektor informal tersebut, dimana perguruan tinggi dalam hal ini Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang, telah melaksanakan peranannya selaku pembina dan pendamping.

Deskripsi Alternatif :

Meningkatnya angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Malang mengakibatkan makin tingginya usaha kecil terutama yang bergerak di sektor informal.

Usaha kecil sektor informal yang kemudian berkembang secara meluas, berdampak pada pengembangan kota serta penataannya, diikuti pula dampak sosial dimana meningkat pula tindakan-tindakan yang mengarah pada kriminal.

Oleh karenanya semenjak tahun 1996, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang mencoba melakukan "Pendekatan Bantuan Langsung' yang pada mulanya memang bertujuan "mulia" atau "charity". Beberapa kali Program "charity" ini dilakukan berakibat adanya dampak sampingan yang justru melemahkan potensi usaha kecil. Akibat yang muncul tersebut, antara lainnya sikap status quo, kurang adanya motivasi, rendahnya semangat daya saing diikuti pula rendahnya kualitas usaha serta munculnya mental "nrimo".

Perkembangan yang terjadi semenjak tahun 1996 hingga tahun 1998, dapat dikembangkan peneliti dengan diawali langkah pengamatan yang dilakukan. Pada 2 (dua) desa yang menjadi sampel penelitian ini, nampak jelas adanya "kemunduran" secara menyeluruh akibat adanya Perkembangan "Charity" tadi. Kondisi yang terjadi adalah punahnya usaha-usaha kecil serta sejumiah tenaga kerjanya, serta muncul gejala -gejala sosial yang kurang kondusif.
Dalam identifikasi potensi sektor informal yang berkembang di dua desa tersebut, peneliti mencoba melakukan pendekatan alternatif, yakni dengan "Model Pembinaan dan Pendampingan Bantuan Usaha" yang pada dasarnya merupakan model alternatif yang mendukung pemberdayaan usaha kecil sektor informal. Model ini pada dasarnya tidak hanya berusaha menyempurnakan model Charity, tetapi lebih dari itu peneliti justru membuat desain lanjutan dimana terjadinya daya saing usaha kecil yang mengarah kelangsungan. Formula "Food Center" yang dihasilkan, melalui model ini pada dasarnya memperhatikan kinerja usaha, termasuk motivasi dan kemandirian serta persaingan pasar dengan diikuti kualitas usaha.

Di Kelurahan Balearjosari Keeamatan Blimbing dan Kelurahan Pisang Candi Kecamamn Sukun, jumlah usaha sektor informal sebenarnya berkembang cukup pesat. Secara umum jumlah industri makanan, minuman dan tembakau di Wilayah Kodya Malang adalah terserap sebanyak 2.015 orang jumlah tenaga kerja. Jumlah penduduk lingkungan Kecamatan Blimbing 153.562 orang dan di Kecamatan Sukun sebanyak 152.713 orang (BPS Kodya Malang, 1997). Sementara itu jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha utama. Pada tahun 1997, untuk bidang pertanian 7.772 orang, jasa 117.778 orang dan lain-lain 840 orang.

Perkembangan yang terjadi semenjak tahun 1996 hingga tahun 1998, telah diamati peneliti dengan diawali langkah identifikasi menyeluruh. Pada 2 (dua) desa yang menjadi sampel penelitian ini, nampak jelas adanya "kemunduran" secara menyeluruh akibat adanya pola "Charity" tadi. Kondisi yang terjadi adalah punahnya usaha-usaha kecil serta sejumlah tenaga kerjanya, serta muncul gejala-gejala sosial yang kurang kondusif.

Dalam identifikasi potensi sektor informal yang berkembang di dua desa tersebut, peneliti mencoba melakukan pendekatan alternatif, yakni dengan "Model Pembinaan Bantuan Usaha" yang sebenarnya merupakan model alternatif mendukung pemberdayaan usaha kecil sektor informal. Model ini pada dasarnya tidak hanya berusaha menyempurnakan model Charity, tetapi lebih dari itu peneliti justru membuat desain lanjutan dimana terjadinya daya saing usaha kecil yang mengarah kelangsungan. Formula "Food Center" yang dihasilkan, melalui model ini pada dasarnya memperhatikan kinerja usaha, termasuk motivasi dan kemandirian serta persaingan pasar dengan diikuti kualitas usaha.

Dengan potensi tersebut, pola pembinaan khususnya terhadap usaha kecil, perlu lebih diarhkan dan diintensifkan terutama dalam rangka pemberdayaan kelompok yang bergerak disektor informal. Untuk melakukan program alternatif dan pembinaan terhadap kelompok tersebut, maka peneliti mengajukan sebuah pola "MODEL PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN BANTUAN USAHA", dalam formulasi bantuan yang memberi NILAI TAMBAH DAN MENJAMIN KELANGSUNGAN USAHA. Model yang diajukan oleh peneliti adalah model pendampingan dan pembinaan pada kelompok usaha sektor informal yang telah terseleksi secara potential untuk melakukan program pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok tersebut, maka peneliti mengajukan sebuah pola "Model Pembinaan Bantuan Usaha", dalam formulasi bantuan yang memberi Nilai Tambah dan Menjamin Kelangsungan Usaha.

Dalam hal ini peneliti akan bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dan pendampingan. Hasil akhir daripada program pembinaan dan pendampingan ini adalah terbentuknya sebuah "Food Center' atau Pusat Usaha Makanan yang dapat meningkatkan pendapatan pada pengusaha sektor informal tersebut, dimana perguruan tinggi dalam hal ini Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang, telah melaksanakan peranannya selaku pembina dan pendamping.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty of Social and Political Sciences - Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: