Path: Top Research Report S1-Engineering Department_of_Mechanical_Engineering 1998

Analisa pengaruh distribusi tekanan pada air foil jenis NACA 0015

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:31
Oleh : Moelyadi, Ir. , Fransiskus A. Widiharsa , ST., Department of Mechanical Engineering - Merdeka University Malang
Dibuat : 1998-02-01, dengan file

Keyword : Distribusi tekanan, airfoil, NACA 0015

Pada suatu perencanaan bentuk-bentuk airfoil selalu dilakukan test atau percobaan di dalam suatu terowongan angin (wind tunnel) untuk mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada bentuk airfoil tersebut, misalnya: gaya angkat (Lift force), (drag force), koefisien hambat dan angkat, koefisien tekanan dengan menggunakan model airfoil tersebut, dimana terowongan angin tersebut dikondisikan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dengan demikian model tersebut dikondisikan sesuai dengan keadaan sebenarnya. dengan demikian model tersebut diharapkan sudah mewakili bentuk sebenarnya dari peralatan yang akan digunakan. Model airfoil yang digunakan adalah airfoil jenis NACA 0015, dimana airfoil jenis ini merupakan model airfoil yang simetris.
Hubungan antara parameter-parameter yang berpengaruh pada unjuk kerja dari suatu bentuk airfoil dilakukan dengan melakukan pengujian dengan variabel sudut serang dan kondisi untuk beberapa kecepatan aliran udara. Distribusi tekanan dan data gaya hambat untuk dua simetris airfoil 15% ketebalan pada sudut serang nol dapat dilihat pada grafik hubungan dalam penelitian ini. Transisi pada konvensional airfoil (NACA 0015) mengambil tempat dimana gradien tekanan menjadi berkurang pada x/c - 0,2 dekat titik ketebalan maksimum, selanjutnya beberapa permukaan airfoil dicakup dengan lapisan batas turbulen ; koefisien hambat Cd sama sebangun 0,00287. Koefisien angkat rata-rata untuk airfoil jenis ini diperoleh 0,2526 dan koefisien hambat rata-rata diperoleh 0,0459. Kondisi maksimum terjadi pada serang 12 derajat dan setelah itu mengalami "stall".

Deskripsi Alternatif :

Pada suatu perencanaan bentuk-bentuk airfoil selalu dilakukan test atau percobaan di dalam suatu terowongan angin (wind tunnel) untuk mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada bentuk airfoil tersebut, misalnya: gaya angkat (Lift force), (drag force), koefisien hambat dan angkat, koefisien tekanan dengan menggunakan model airfoil tersebut, dimana terowongan angin tersebut dikondisikan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dengan demikian model tersebut dikondisikan sesuai dengan keadaan sebenarnya. dengan demikian model tersebut diharapkan sudah mewakili bentuk sebenarnya dari peralatan yang akan digunakan. Model airfoil yang digunakan adalah airfoil jenis NACA 0015, dimana airfoil jenis ini merupakan model airfoil yang simetris.
Hubungan antara parameter-parameter yang berpengaruh pada unjuk kerja dari suatu bentuk airfoil dilakukan dengan melakukan pengujian dengan variabel sudut serang dan kondisi untuk beberapa kecepatan aliran udara. Distribusi tekanan dan data gaya hambat untuk dua simetris airfoil 15% ketebalan pada sudut serang nol dapat dilihat pada grafik hubungan dalam penelitian ini. Transisi pada konvensional airfoil (NACA 0015) mengambil tempat dimana gradien tekanan menjadi berkurang pada x/c - 0,2 dekat titik ketebalan maksimum, selanjutnya beberapa permukaan airfoil dicakup dengan lapisan batas turbulen ; koefisien hambat Cd sama sebangun 0,00287. Koefisien angkat rata-rata untuk airfoil jenis ini diperoleh 0,2526 dan koefisien hambat rata-rata diperoleh 0,0459. Kondisi maksimum terjadi pada serang 12 derajat dan setelah itu mengalami "stall".

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiD
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: