Path: Top Research Report Research_Institute 1997

Uji coba pengembangan model pendidikan dan pelatihan usaha mandiri dan kewirausahaan bagi generasi muda di Jawa Timur

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:33
Oleh : Maxion Sumtaky, Drs. MSi. [et al.], Research Institute - Merdeka University Malang
Dibuat : 1998-01-01, dengan file

Keyword : Model pendidikan, pelatihan, usaha mandiri, kewirausahaan, generasi muda

Pergeseran struktur ekonomi dari bidang pertanian ke bidang industri harus diikuti pula oleh perubahan struktur sosial budaya atau yang dikenal dengan istilah transformasi budaya masyarakat dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sehingga penyiapan sumber daya manusia yang berorientasi pada budaya wirausaha mutlak diperlukan dalam rangka menunjang industrialisasi.
Di samping itu fenomena ketidakseimbangan antara angkatan kerja dengan lapangan kerja belum dapat dipecahkan secara memuaskan. Oleh sebab itu upaya-upaya penanggulangan masalah ketenagakerjaan perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif yang dianggap strategis adalah membina generasi muda meialui pendidikan dan pelatihan usaha mandiri dan kewirausahaan agar termotivasi dan secara sadar memilih wirausaha sebagai karier mereka.
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian tahap pertama. Kalau pada penelitian tahap pertama telah disusun suatu prototipe model pendidikan dan pelatihan usaha mandiri dan kewirausahaan dilengkapi dengan modul-modul atau paket-paket beiajar, maka pada tahap kedua ini adalah uji coba. Tujuannya adalah untuk menguji keandalan model dan modul yang telah disusun pada penelitian tahap pertama.
Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan kelompok sasaran adalah generasi muda dengan tiga klasifikasi tingkat pendidikan yaitu: alumni Pendidikan Tinggi, lulusan Pendidikan Menengah dan lulusan Pendidikan Dasar. Urut-urutan kegiatan dalam penelitan ini adalah dimulai dengan pelatihan instruktur, pra diklat dan pelaksanaan diklat.
Pelatihan lnstruktur merupakan sosialisasi model dan modul untuk para instruktur dan persiapan pelaksanaan diklat sekaligus evaluasi model dan modul. Ketika diminta tanggapannya terhadap model dan modul diklat, mayoritas instruktur memberikan respon dengan memberikan jawaban baik untuk model maupun modul-modul diklat yang telah disiapkan, walaupun dengan revisi sebagian kecil dari modul-modul dimaksud.
Uji coba model dimulai dengan tahap pradiklat, yang mencakup kegiatan identifikasi peserta, publikasi, dan seleksi calon peserta. Telah diidentifikasi bahwa calon peserta diklat terdiri dari tiga kelompok sasaran yaitu generasi muda dengan tiga klasifikasi jenjang pendidikan. Publikasi dilakukan melalui spanduk, papan pengumuman, siaran radio dan melalui kerja sama dengan departemen Koperasi dan Departemen Tenaga Kerja.
Seleksi calon peserta dilakukan melalui tiga tahap yaitu: Formulir pendaftaran, wawancara dan tes kepribadian. Secara umum dapat dikatakan bahwa aktivitas pada pra diklat adalah upaya menjaring calon peserta diklat yang memiliki karakteristik sebagai seorang wirausahawan. Dengan demikian apabila mereka terjun dalam dunia usaha kemungkinan berhasil semakin tinggi,
Tahap kegiatan selanjutnya adalah petaksanaan diklat di mana para peserta mengikuti diklat, tatap muka yang dilaksanakan selama seminggu dengan materi diklat adalah: mengenai wirausaha sebagai karier, jenis-jenis usaha yang dapat dijalankan dan cara mendirikannya, mengembangkan potensi diri dan pengembangan motif berprestasi sebagai seorang wirausaha, merencanakan usaha dan mengelola usaha. Materi ini sesuai dengan temuan penelitian tahap pertama. Selain itu para peserta diajak mengunjungi perusahaan-perushaan untuk melihat dari dekat bagai para praktisi (wirausahawan) melaksanakan aktivitas mereka. Pada akhirnya peserta diklat diwajibkan untuk membuat rencana usaha sesuai dengan bidang usaha yang akan dijalankan.
Rencana usaha yang telah disusun harus didiskusikan antar peserta dan para instruktur serta tim pembina untuk menentukan apakah bidang usaha yang direncanakan ini mempunyai peluang yang cukup baik, dalam arti bidang usaha yang dipilih dan yang telah direncanakan memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi dilihat dari outputnya, aspek pasar, daya saing dan aspek lainnya.

Deskripsi Alternatif :

Pergeseran struktur ekonomi dari bidang pertanian ke bidang industri harus diikuti pula oleh perubahan struktur sosial budaya atau yang dikenal dengan istilah transformasi budaya masyarakat dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sehingga penyiapan sumber daya manusia yang berorientasi pada budaya wirausaha mutlak diperlukan dalam rangka menunjang industrialisasi.
Di samping itu fenomena ketidakseimbangan antara angkatan kerja dengan lapangan kerja belum dapat dipecahkan secara memuaskan. Oleh sebab itu upaya-upaya penanggulangan masalah ketenagakerjaan perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif yang dianggap strategis adalah membina generasi muda meialui pendidikan dan pelatihan usaha mandiri dan kewirausahaan agar termotivasi dan secara sadar memilih wirausaha sebagai karier mereka.
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian tahap pertama. Kalau pada penelitian tahap pertama telah disusun suatu prototipe model pendidikan dan pelatihan usaha mandiri dan kewirausahaan dilengkapi dengan modul-modul atau paket-paket beiajar, maka pada tahap kedua ini adalah uji coba. Tujuannya adalah untuk menguji keandalan model dan modul yang telah disusun pada penelitian tahap pertama.
Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan kelompok sasaran adalah generasi muda dengan tiga klasifikasi tingkat pendidikan yaitu: alumni Pendidikan Tinggi, lulusan Pendidikan Menengah dan lulusan Pendidikan Dasar. Urut-urutan kegiatan dalam penelitan ini adalah dimulai dengan pelatihan instruktur, pra diklat dan pelaksanaan diklat.
Pelatihan lnstruktur merupakan sosialisasi model dan modul untuk para instruktur dan persiapan pelaksanaan diklat sekaligus evaluasi model dan modul. Ketika diminta tanggapannya terhadap model dan modul diklat, mayoritas instruktur memberikan respon dengan memberikan jawaban baik untuk model maupun modul-modul diklat yang telah disiapkan, walaupun dengan revisi sebagian kecil dari modul-modul dimaksud.
Uji coba model dimulai dengan tahap pradiklat, yang mencakup kegiatan identifikasi peserta, publikasi, dan seleksi calon peserta. Telah diidentifikasi bahwa calon peserta diklat terdiri dari tiga kelompok sasaran yaitu generasi muda dengan tiga klasifikasi jenjang pendidikan. Publikasi dilakukan melalui spanduk, papan pengumuman, siaran radio dan melalui kerja sama dengan departemen Koperasi dan Departemen Tenaga Kerja.
Seleksi calon peserta dilakukan melalui tiga tahap yaitu: Formulir pendaftaran, wawancara dan tes kepribadian. Secara umum dapat dikatakan bahwa aktivitas pada pra diklat adalah upaya menjaring calon peserta diklat yang memiliki karakteristik sebagai seorang wirausahawan. Dengan demikian apabila mereka terjun dalam dunia usaha kemungkinan berhasil semakin tinggi,
Tahap kegiatan selanjutnya adalah petaksanaan diklat di mana para peserta mengikuti diklat, tatap muka yang dilaksanakan selama seminggu dengan materi diklat adalah: mengenai wirausaha sebagai karier, jenis-jenis usaha yang dapat dijalankan dan cara mendirikannya, mengembangkan potensi diri dan pengembangan motif berprestasi sebagai seorang wirausaha, merencanakan usaha dan mengelola usaha. Materi ini sesuai dengan temuan penelitian tahap pertama. Selain itu para peserta diajak mengunjungi perusahaan-perushaan untuk melihat dari dekat bagai para praktisi (wirausahawan) melaksanakan aktivitas mereka. Pada akhirnya peserta diklat diwajibkan untuk membuat rencana usaha sesuai dengan bidang usaha yang akan dijalankan.
Rencana usaha yang telah disusun harus didiskusikan antar peserta dan para instruktur serta tim pembina untuk menentukan apakah bidang usaha yang direncanakan ini mempunyai peluang yang cukup baik, dalam arti bidang usaha yang dipilih dan yang telah direncanakan memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi dilihat dari outputnya, aspek pasar, daya saing dan aspek lainnya.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiR
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: