Path: Top Research Report S1-Law Departement_of_Law_Science 1998

Persepsi masyarakat dalam menerima dana Inpres desa tertinggal khususnya di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung Kabupaten Dati II Malang

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:33
Oleh : Dewi Astutty Muchtar, SH. MS. , Retno Sariwati, SH. CN. , Eddy Ade S., SH. M Hum., Faculty of Law - Merdeka University Malang
Dibuat : 1998-03-10, dengan file

Keyword : Dana Inpres, desa tertinggal, Desa kemantren, lingkungan

Salah satu upaya pemerintah dalam mengentas kemiskinan dan dalam rangka perwujudan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan terutama pada desa tertinggal, maka pemerintah memberi dana pada desa tersebut untuk dikelola sendiri, dalam bentuk Program Desa Tertinggal (IDT). Dalam Inpres Nomor 5 Tahun 1993 ditegaskan bahwa pada hakekatnya program tersebut merupakan pemicu gerakan nasional penanggulangan kemiskinan dalam bentuk modal kerja sebagai langkah tindak kongkrit guna pengembangan di bidang ekonomi penduduk miskin.
Penelitian ini memfokuskan pada persepsi manusia di dalam sistem interaksi antara organisme dan lingkungan dalam usaha untuk memahami manusia dengan berbagai problemanya, khususnya dibidang ekonomi, sosial dan budaya. Di mana difokuskan pada bagaimana manusia (dalam hal ini penerima dana IDT) mengerti, memahami, menghayati dan akhirnya melaksanakan program sebagai operasional program pendanaan tersebut. Sebab manusia hampir selalu merupakan makhluk yang bertujuan untuk memberi arti kepada lingkungan disekitarnya sesuai dengan persepsinya, sekalipun persepsi tersebut kadangkala berbeda, untuk tidak mengatakan berlawanan dengan hakekat dari tujuan program.
Dengan demikian, temuan utama adalah menemukan hubungan antara faktor-faktor ekonomi, sosial dan budaya yang menunjang atau menghambat program IDT di daerah kemantren, kediri dan Ngadirejo yang bercorak pertanian tumpang sari. Dengan tidak melupakan monografi lokasi penelitian serta dampak pelaksanaan Program IDT tersebut.

Deskripsi Alternatif :

Salah satu upaya pemerintah dalam mengentas kemiskinan dan dalam rangka perwujudan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan terutama pada desa tertinggal, maka pemerintah memberi dana pada desa tersebut untuk dikelola sendiri, dalam bentuk Program Desa Tertinggal (IDT). Dalam Inpres Nomor 5 Tahun 1993 ditegaskan bahwa pada hakekatnya program tersebut merupakan pemicu gerakan nasional penanggulangan kemiskinan dalam bentuk modal kerja sebagai langkah tindak kongkrit guna pengembangan di bidang ekonomi penduduk miskin.
Penelitian ini memfokuskan pada persepsi manusia di dalam sistem interaksi antara organisme dan lingkungan dalam usaha untuk memahami manusia dengan berbagai problemanya, khususnya dibidang ekonomi, sosial dan budaya. Di mana difokuskan pada bagaimana manusia (dalam hal ini penerima dana IDT) mengerti, memahami, menghayati dan akhirnya melaksanakan program sebagai operasional program pendanaan tersebut. Sebab manusia hampir selalu merupakan makhluk yang bertujuan untuk memberi arti kepada lingkungan disekitarnya sesuai dengan persepsinya, sekalipun persepsi tersebut kadangkala berbeda, untuk tidak mengatakan berlawanan dengan hakekat dari tujuan program.
Dengan demikian, temuan utama adalah menemukan hubungan antara faktor-faktor ekonomi, sosial dan budaya yang menunjang atau menghambat program IDT di daerah kemantren, kediri dan Ngadirejo yang bercorak pertanian tumpang sari. Dengan tidak melupakan monografi lokasi penelitian serta dampak pelaksanaan Program IDT tersebut.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiF
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: