Path: Top Research Report S1-Economics Faculty_of_Economics 1997

Penentuan strategi perencanaan sebagai dasar pemasaran pada PT. Citra kendedes Utama Malang

Research Report from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:04:33
Oleh : Soewoto W., Drs., Faculty of Economics - Merdeka University Malang
Dibuat : 1997-10-18, dengan file

Keyword : Pemasaran, strategi pemasaran, marketing

Merefleksikan perubahan tatanan ekonomi dunia pada dasawarsa sekarang ini, akibat perubahan politik Cina dan Jepang, pemberlakuan liberalisasi perdagangan, menguatnya nilai Yen Daka, inflasi dan deflasi melanda beberapa negara di dunia umumnya dan khusunya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang mempunyai dampak kurang baik terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang secara global.
Terutama Indonesia sebagai negara yang masuk nominasi penghutang terbesar dengan jumlah pinjaman membesar US$ 1,51 milyar (Suara Pembaharuan, April 1995:10).
Kenyataan ini membuat pemerintah mengambil alternatif untuk mengurangi beban hutang dengan melakukan ekspor minyak yang membuang devisa bagi pertumbuhan ekonomi periode 1980-1990-an. Sehingga periode ini disebut "Oil Boom". Namun, setelah persediaan minyak Indonesia yang diandalkan telah menipis dan terjadinya penurunan harga minyak yang relatif cukup besar pertengahan tahun 1990-an. pemerintah melakukan terobosan lagi melalui peningkatan ekspor non migas dan pemasaran secara intensif produk-produk dalam negeri ke negara-negara Eropa dan Asia Pasifik untuk menambah perolehan devisa bagi kelangsungan pembangunan nasional.

Deskripsi Alternatif :

Merefleksikan perubahan tatanan ekonomi dunia pada dasawarsa sekarang ini, akibat perubahan politik Cina dan Jepang, pemberlakuan liberalisasi perdagangan, menguatnya nilai Yen Daka, inflasi dan deflasi melanda beberapa negara di dunia umumnya dan khusunya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang mempunyai dampak kurang baik terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang secara global.
Terutama Indonesia sebagai negara yang masuk nominasi penghutang terbesar dengan jumlah pinjaman membesar US$ 1,51 milyar (Suara Pembaharuan, April 1995:10).
Kenyataan ini membuat pemerintah mengambil alternatif untuk mengurangi beban hutang dengan melakukan ekspor minyak yang membuang devisa bagi pertumbuhan ekonomi periode 1980-1990-an. Sehingga periode ini disebut "Oil Boom". Namun, setelah persediaan minyak Indonesia yang diandalkan telah menipis dan terjadinya penurunan harga minyak yang relatif cukup besar pertengahan tahun 1990-an. pemerintah melakukan terobosan lagi melalui peningkatan ekspor non migas dan pemasaran secara intensif produk-produk dalam negeri ke negara-negara Eropa dan Asia Pasifik untuk menambah perolehan devisa bagi kelangsungan pembangunan nasional.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiF
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: