Path: Top Research Report Research_Institute 2010

Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Alam Secara integrative Yang Berbasis Masyarakat Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Provisi Jawa Timur

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu-ilmu Sosial, Volume XXI, Nomor 1, Tahun 2010
Journal from JIPTUNMERPP / 2012-07-31 12:10:51
Oleh : Praptining Sukowati, Research Institute Merdeka University Malang (atieunmer@yahoo.com)
Dibuat : 2010-01-01, dengan file

Keyword : Kebijakan penanggulangan bencana alam, integratif, berbasis masyarakat, pemberdayaan masyarakat

pemerintah adalah organ pelaksana tugas eksekutif atau merupakan aktivitas badan eksekutif yang dipimpin oleh presiden selaku kepala pemerintahan. Peranan birokasi dalam mewujudkan visi dan misi bangsa (melindungi bangsa dan tanah air, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut memelihara ketertiban dunia), realitanya selama ini masih belum memenuhi tuntunan masyarakat, dalam hal ini belum terencana secara sismetik, ataupun komprehensif dan lebih parahnya lagi adanya durasi jangka panjang , dimana setiap ganti pemerintah, maka akan di mulai dari awal kembali, begitu seterusnya. Untuk itu dioerlukan peran birokasi yang berfungsi melaksanakan peran atau regulasi yang jelas, terserah dan berpihak kepada masyrarakat kecil (community based). Melalui berbagai bidang atau sektor, yang meliputi peran dan pemberdayaan, pengayoman dan perlindungan pada masyarakat dari berbagai gangguan, disamping pengelolahan asset atau kekayaan negara agar dapat bekerja sebagai mana mestinya. Demikian pula dalam hal penangulangan bencana yang terjadi didaerah rawan bencana selama ini. Peran birokasi pemerintah daerah sering kali kurang relefan antara aturan dan implementasi yang terjadi di lapangan. Akibatnya terjadi benturan antara kepentingan masyarakat, kepentingan daerahdan kepentingan antar instansi, sehingga peran birokasi antar daerah menjadi kurang maksimal dan kurang efektif yang berdampak pada tidak diperhatikannya kesadaran masyarakat untuk mandiri dalam menghadapi bencana alam. Karena selama ini masyarakat secara dini, demikian pula adanya penangulangan yang tersentral, menjadikan masyarakat lebih mengantungkan dirinya untuk menerima bantuan dari pada memandirikan mereka dalam manghadapi bencana alam di provinsi jawa timur serta menganalisis kendala-kendala yang terjadi dengan mengunakan FGD dan analisis data menggunakan Bysan. Penelitian mengambil lokasi di Provinsi Jawa Timur dengan, khususnya Kabupaten Malang dan Jember sebagai reprentase bencana banjir, tanah longsor dan gunung berapi.

Deskripsi Alternatif :

pemerintah adalah organ pelaksana tugas eksekutif atau merupakan aktivitas badan eksekutif yang dipimpin oleh presiden selaku kepala pemerintahan. Peranan birokasi dalam mewujudkan visi dan misi bangsa (melindungi bangsa dan tanah air, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut memelihara ketertiban dunia), realitanya selama ini masih belum memenuhi tuntunan masyarakat, dalam hal ini belum terencana secara sismetik, ataupun komprehensif dan lebih parahnya lagi adanya durasi jangka panjang , dimana setiap ganti pemerintah, maka akan di mulai dari awal kembali, begitu seterusnya. Untuk itu dioerlukan peran birokasi yang berfungsi melaksanakan peran atau regulasi yang jelas, terserah dan berpihak kepada masyrarakat kecil (community based). Melalui berbagai bidang atau sektor, yang meliputi peran dan pemberdayaan, pengayoman dan perlindungan pada masyarakat dari berbagai gangguan, disamping pengelolahan asset atau kekayaan negara agar dapat bekerja sebagai mana mestinya. Demikian pula dalam hal penangulangan bencana yang terjadi didaerah rawan bencana selama ini. Peran birokasi pemerintah daerah sering kali kurang relefan antara aturan dan implementasi yang terjadi di lapangan. Akibatnya terjadi benturan antara kepentingan masyarakat, kepentingan daerahdan kepentingan antar instansi, sehingga peran birokasi antar daerah menjadi kurang maksimal dan kurang efektif yang berdampak pada tidak diperhatikannya kesadaran masyarakat untuk mandiri dalam menghadapi bencana alam. Karena selama ini masyarakat secara dini, demikian pula adanya penangulangan yang tersentral, menjadikan masyarakat lebih mengantungkan dirinya untuk menerima bantuan dari pada memandirikan mereka dalam manghadapi bencana alam di provinsi jawa timur serta menganalisis kendala-kendala yang terjadi dengan mengunakan FGD dan analisis data menggunakan Bysan. Penelitian mengambil lokasi di Provinsi Jawa Timur dengan, khususnya Kabupaten Malang dan Jember sebagai reprentase bencana banjir, tanah longsor dan gunung berapi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiR
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.