Path: Top Member nursubyakto@yahoo.com

Ketidakstabilan aliran sekunder pada saluran lengkung berpenampang persegi

Jurnal Teknik Mesin: jurnal keilmuan dan terapan teknik mesin, Volume 12, Nomor 2, Oktober 2010
Journal from JIPTUNMERPP / 2012-09-24 13:24:22
Oleh : Nursubyakto, Faculty of Engineering Merdeka University Malang (nursubyakto@yahoo.com)
Dibuat : 2010-10-01, dengan 0 file

Keyword : Aliran sekunder, saluran lengkung, penampang persegi

Aliran sekunder (secondary flow)adalah aliran yang berpusar. Aliran ini terjadi pada aliran fluida yang melewati saluran melengkung atau berbelok, lebih singkat disebut dengan salurang lengkung, dan profil aliran adalah kembar dan saling berlawanan arah. Terjadinya aliran sekunder ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara tekanan dan gaya sentrifugal di dinding luar saluran. Aliran sekunder menimbulkan turbulensi meski dalam aliran laminer. Dengan meningkatnya kecepatan aliran melewati saluran lengkung akan muncul aliran sekunder baru (aliran sekunder tambahan)dengan intensitas lebih rendah dari aliran sekunder utama dan proses demikian disebut dengan ketidakstabilan aliran sekunder. Alioan sekunder tambahan ini lebih lemah dari aliran sekunder utama. Ketidakstabilan aliran sekunder dapat terjadi dan menghilang tergantung pada lemah kuatnya aliran sekunder tambahan. Saluran lengkung dengan penampang persegi dengan variasi rasio kelengkungan merupakan tijauan dalam penelitian ini. Rasio kelengkungan 1 sampai 10 dipelajari. Hasil numerik menunjukkan bahwa ketidakstabilan aliran sekunder sangat bergantung pada rasio kelengkungan dimana semakin besar rasio kelengkungan aliran sekunder tambahan cenderung mudah muncul. Pengaruh adanya aliran sekunder tambahan terhadap faktor gesekan juga ditunjukkan.

Deskripsi Alternatif :

Aliran sekunder (secondary flow)adalah aliran yang berpusar. Aliran ini terjadi pada aliran fluida yang melewati saluran melengkung atau berbelok, lebih singkat disebut dengan salurang lengkung, dan profil aliran adalah kembar dan saling berlawanan arah. Terjadinya aliran sekunder ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara tekanan dan gaya sentrifugal di dinding luar saluran. Aliran sekunder menimbulkan turbulensi meski dalam aliran laminer. Dengan meningkatnya kecepatan aliran melewati saluran lengkung akan muncul aliran sekunder baru (aliran sekunder tambahan)dengan intensitas lebih rendah dari aliran sekunder utama dan proses demikian disebut dengan ketidakstabilan aliran sekunder. Alioan sekunder tambahan ini lebih lemah dari aliran sekunder utama. Ketidakstabilan aliran sekunder dapat terjadi dan menghilang tergantung pada lemah kuatnya aliran sekunder tambahan. Saluran lengkung dengan penampang persegi dengan variasi rasio kelengkungan merupakan tijauan dalam penelitian ini. Rasio kelengkungan 1 sampai 10 dipelajari. Hasil numerik menunjukkan bahwa ketidakstabilan aliran sekunder sangat bergantung pada rasio kelengkungan dimana semakin besar rasio kelengkungan aliran sekunder tambahan cenderung mudah muncul. Pengaruh adanya aliran sekunder tambahan terhadap faktor gesekan juga ditunjukkan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty of Engineering Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.