Path: Top Journal Jurnal_Penelitian Edisi_Ilmu-Ilmu_Sosial 2001

Persepsi aparat penegak hukum perempuan tentang kasus pemerkosaan

Jurnal Penelitian, Volume XII, Nomor 1, Tahun 2001
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:48
Oleh : K.W. Indrayanti, Research Institute - Merdeka University Malang
Dibuat : 2001-01-01, dengan file

Keyword : Aparat penegak hukum, pemerkosaan, perspektif gender

Penelitian ini mencoba menggali persepsi aparat penegak hukum perempuan tentang kasus pemerkosaan, karena kinerja mereka dipertanyakan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja mereka. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan penentuan sampel secara purposif yaitu: jaksa, hakim dan polisi perempuan. Selanjutnya data dianalisa dengan metode perspektif gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum perempuan menyalahkan bahwa ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan disebabkan masyarakat sendiri yang belum mengerti tentang proses peradilan itu sendiri, mulai dari proses penyidikan dilakukan sampai putusan dijatuhkan. Temuan lain menunjukkan bahwa para penegak hukum ternyata kurang mau dan mampu melakukan improvisasi terhadap peraturan khususnya yang berkaitan terhadap penjatuhan sanksi. Selanjutnya aparat penegak hukum perlu membuat pola pembelajaran untuk masyarakat dan punya kiat untuk mulai melakukan perubahan terhadap cara-cara masyarakat berpikir mengenai hukum

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini mencoba menggali persepsi aparat penegak hukum perempuan tentang kasus pemerkosaan, karena kinerja mereka dipertanyakan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja mereka. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan penentuan sampel secara purposif yaitu: jaksa, hakim dan polisi perempuan. Selanjutnya data dianalisa dengan metode perspektif gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum perempuan menyalahkan bahwa ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan disebabkan masyarakat sendiri yang belum mengerti tentang proses peradilan itu sendiri, mulai dari proses penyidikan dilakukan sampai putusan dijatuhkan. Temuan lain menunjukkan bahwa para penegak hukum ternyata kurang mau dan mampu melakukan improvisasi terhadap peraturan khususnya yang berkaitan terhadap penjatuhan sanksi. Selanjutnya aparat penegak hukum perlu membuat pola pembelajaran untuk masyarakat dan punya kiat untuk mulai melakukan perubahan terhadap cara-cara masyarakat berpikir mengenai hukum

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiR
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: