Path: Top Journal Jurnal_Teknik_Mesin_Transmisi 2008

Variasi temperatur pemanasan awal cetakan pada pengecoran Al-Si bekas

Transmisi Jurnal Teknik Mesin, volume IV edisi-2, September 2008
Journal from JIPTUNMERPP / 2010-07-13 23:47:10
Oleh : Ike Widyastuti, Department of Mechanical Engineering Merdeka University Malang (mesin@unmer.ac.id)
Dibuat : 2008-09-01, dengan 0 file

Keyword : Pengecoran Al-Si bekas, bahan bakar gas LPG, temperatur pemanasan, shock temperature

Teknologi pengecoran logam di lapangan yang banyak digunakan dalam pembuatan komponen memiliki kekurangan banyak cacat terutama terjadinya porositas sehingga menghasilkan banyak hasil reject yang akhirnya mempengaruhi biaya prose produksi. Pada penelitian ini dilakukan pengecoran Ai=Si bekas menggunakan dapur krusibel yang dirancang menggunakan bahan bakar gas LPG sebagai alternatif lain pada proses pengecoran. adapun pengujian dilakukan untuk melihat kualitas hasil coran terutama pada harga kekerasan dan cacat coran secara makro.

Proses penecoran dilakukan menggunakan temperatur pemanasan awal cetakan yang berfariasi yaitu 28 derajat C, 300 derajat C dan 600 derajat C. Cetakan yang digunakan adalah jenis cetakan logam. Pemanasan awal cetakan awal logam ini bertujuan untuk dapat meminimalisir cacat coran secara makro dengan mengurangi terjadinya shock temperaturepada saat proses pendinginan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal pemanasan cetakan logam maka nilai kekerasan dan cacat coran semakin rendah sehingga hasil pengecoran ini dapat digunakan untuk proses lanjut yaitu pembentukan logam karena sifatnya yang lunak dan minim cacat. Hasil kekerasan terendah diperoleh 36,57 HRB dan cacat coran terendah mencapai 1,53% yang diperoleh dengan temperatur pemanasan awal cetakan 600 derajat C.

Deskripsi Alternatif :

Teknologi pengecoran logam di lapangan yang banyak digunakan dalam pembuatan komponen memiliki kekurangan banyak cacat terutama terjadinya porositas sehingga menghasilkan banyak hasil reject yang akhirnya mempengaruhi biaya prose produksi. Pada penelitian ini dilakukan pengecoran Ai=Si bekas menggunakan dapur krusibel yang dirancang menggunakan bahan bakar gas LPG sebagai alternatif lain pada proses pengecoran. adapun pengujian dilakukan untuk melihat kualitas hasil coran terutama pada harga kekerasan dan cacat coran secara makro.

Proses penecoran dilakukan menggunakan temperatur pemanasan awal cetakan yang berfariasi yaitu 28 derajat C, 300 derajat C dan 600 derajat C. Cetakan yang digunakan adalah jenis cetakan logam. Pemanasan awal cetakan awal logam ini bertujuan untuk dapat meminimalisir cacat coran secara makro dengan mengurangi terjadinya shock temperaturepada saat proses pendinginan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal pemanasan cetakan logam maka nilai kekerasan dan cacat coran semakin rendah sehingga hasil pengecoran ini dapat digunakan untuk proses lanjut yaitu pembentukan logam karena sifatnya yang lunak dan minim cacat. Hasil kekerasan terendah diperoleh 36,57 HRB dan cacat coran terendah mencapai 1,53% yang diperoleh dengan temperatur pemanasan awal cetakan 600 derajat C.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiDepartment of Mechanical Engineering Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Ambarwati