Path: Top

Tekanan pengembangan dan kedalaman pemasangan geomembran pada tanah ekspansif dengan kepadatan initial standard proctor

Jurnal Penelitian, Volume XIX, Nomor 1, Tahun 2007
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-28 04:15:57
Oleh : Eko Indah Susanti, Faculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang (litunmer@unmer.ac.id)
Dibuat : 2007-01-01, dengan 0 file

Keyword : tanah ekspansif, heaving, cracking, gaya uplift

Pada umumnya tanah ekspansif dalam kondisi padat (optimum) memiliki daya dukung yang cukup tinggi. Tetapi apabila kadar air meningkat akan menyebabkan terjadinya swelling, hal ini akan menyebabkan penurunan daya dukung tanah. Pondasi dari suatu struktur yang didirikan di atas lempung ekspansif akan menerima gaya uplift yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya pengembangan pada tanah lempung ekspansif tersebut. Gaya uplift ini dapat menyebabkan terjadinya heaving, cracking dan patahnya pondasi suatu struktur. Konstruksi ringan yang menggunakan pondasi dangkal lebih peka terhadap aksi dari tanah ekspansif dibandingkan dengan konstruksi berat yang menggunakan pondasi dalam, khususnya apabila terjadi pengembangan karena air masuk ke dalam tanah walaupun tanah tersebut telah dipadatkan. Besarnya pengembangan yang terjadi pada tanah lempung ekspansif tergantung pada karakteristik tanah dan beban yang menahan pengembangan. Hubungan antara pengembangan, kadar air dan kepadatan tanah pada lempung ekspansif adalah merupakan suatu faktor yang penting untuk diketahui. Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai tekanan pengembangan pada tanah lempung ekspansif Citra Raya Surabaya pada kondisi kepadatan dry side, wet side dan optimum standard proctor dengan uji model di laboratorium serta untuk mengetahui kedalaman pemasangan geomembran di sekeliling pondasi dangkal di atas tanah ekspansif yang telah dipadatkan pada kondisi dry side, wet side optimum standard proctor sehingga diharapkan tidak akan terjadi peningkatan kadar air dan pengembangan pada tanah ekspansif tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan uji model di laboratorium, dengan benda uji tanah lempung unsaturated Citra Raya Surabaya. Dengan 4 (empat) perlakuan yang berbeda yaitu: model tanpa pemasangan geomembran dan tanpa beban. model tanpa pemasangan geomembran dengan beban, model dengan pemasangan geomembran tanpa beban dan model dengan pemasangan geomembran dengan beban.

Deskripsi Alternatif :

Pada umumnya tanah ekspansif dalam kondisi padat (optimum) memiliki daya dukung yang cukup tinggi. Tetapi apabila kadar air meningkat akan menyebabkan terjadinya swelling, hal ini akan menyebabkan penurunan daya dukung tanah. Pondasi dari suatu struktur yang didirikan di atas lempung ekspansif akan menerima gaya uplift yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya pengembangan pada tanah lempung ekspansif tersebut. Gaya uplift ini dapat menyebabkan terjadinya heaving, cracking dan patahnya pondasi suatu struktur. Konstruksi ringan yang menggunakan pondasi dangkal lebih peka terhadap aksi dari tanah ekspansif dibandingkan dengan konstruksi berat yang menggunakan pondasi dalam, khususnya apabila terjadi pengembangan karena air masuk ke dalam tanah walaupun tanah tersebut telah dipadatkan. Besarnya pengembangan yang terjadi pada tanah lempung ekspansif tergantung pada karakteristik tanah dan beban yang menahan pengembangan. Hubungan antara pengembangan, kadar air dan kepadatan tanah pada lempung ekspansif adalah merupakan suatu faktor yang penting untuk diketahui. Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai tekanan pengembangan pada tanah lempung ekspansif Citra Raya Surabaya pada kondisi kepadatan dry side, wet side dan optimum standard proctor dengan uji model di laboratorium serta untuk mengetahui kedalaman pemasangan geomembran di sekeliling pondasi dangkal di atas tanah ekspansif yang telah dipadatkan pada kondisi dry side, wet side optimum standard proctor sehingga diharapkan tidak akan terjadi peningkatan kadar air dan pengembangan pada tanah ekspansif tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan uji model di laboratorium, dengan benda uji tanah lempung unsaturated Citra Raya Surabaya. Dengan 4 (empat) perlakuan yang berbeda yaitu: model tanpa pemasangan geomembran dan tanpa beban. model tanpa pemasangan geomembran dengan beban, model dengan pemasangan geomembran tanpa beban dan model dengan pemasangan geomembran dengan beban.

Copyrights : Copyright ? 2008 by Digital Library Universitas Merdeka Malang. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Ambarwati