Path: Top Books Agus Suprapto

Pelaku masyarakat Dayak dalam perubahan sosial di Kabupaten Gunung Mas

The Dayak Palaku in social change in Gunung Mas Regency

PhD Theses from JIPTUNMERPP / 2012-06-22 10:58:36
Oleh : Eddy, Social Science (Doctorate Program) Merdeka University Malang
Dibuat : 2007-10-01, dengan 0 file

Keyword : Pelaku, perkawinan masyarakat Dayak, perubahan sosial

Realitas sosial dalam masyarakat Dayak menunjukkan adanya perubahan perilaku. Perubahan perilaku tersebut menyangkut perubahan pola perkawinan dan bentuk pelaku. Kenyataannya bahwa masyarakat Dayak tidak hanya mengenal model perkawinan endogami, tetapi juga mengenal model perkawinan eksogami dan perubahan bentuk gong menjadi benda lain. Pemahaman pola ini tidak lain karena adanya pemahaman individu dan tidak kalah pentingnya karena kemajuan jaman. Model perkawinan endogami dan eksogami semuanya telah dapat diterima oleh masyarakat Dayak.

Berdasarkan pemahaman dalam realitas sosial tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini maka dapat dirumuskan seperti berikut: 1) Apa makna perkawinan bagi masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Gunung Mas, 2)Bagaimanakah fungsi pelaku dalam perkawinan masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Gunung Mas, dan 3) Apa makna sosial terhadap perubahan pola perkawinan masyarakat Dayak Ngaju di tengah perubahan sosial.

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan palaku dalam perkawinan bagi masyarakat Dayak, dan memahami fungsi palaku di tengah-tengah perubahan sosial, yang pada akhirnya mampu menjelaskan tentang perkawinan masyarakat Dayak. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis pada pengembangan studi sosial dan memberikan kontribusi praktis bagi praktisi adat, tokoh masyarakat dalam memaknai fungsi palaku dalam perkawinan bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Penelitian palaku masyarakat Dayak dalam perubahan sosial dilakukan di Kabupaten Gunung Mas. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnometodologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perkembangan jaman, penggolongan sosial dalam masyarakat tidak lagi ditonjolkan, namun pelakutetap dituntut dalam perkawinan dan selalu dilambangkan dengan dengan gong. Sekarang dengan sulitnya memperoleh gong maka penetapan palaku bisa berbentuk uang, emas, kebun dan juga tanah. Dalam konteks sosial budaya, khususnya dalam fenomena perkawinan, masyarakat pada umumnya mengenal dua model perkawinan yaitu perkawinan dengan model endogami dan eksogami. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan eksogami pada masyarakat suku Dayak menunjukkan bahwa perkawinan tersebut telah diterima dengan baik oleh masyarakat. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan secara terperinci terhadap permasalahn disertasi, maka dikemukan proposisi sebagai berikut:

1. Perkawinan merupakan kehidupan bersama laki-laki dan perempuan untuk membentuk rumah tangga bahagia dan sejahtera serta terpeliharanya kesatuan dan keutuhan keluarga.

2. Palaku merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar oleh pihak laki-laki kepada mempelai perempuan sebagai tand kesungguhan dan kejujurqan dengan memperhatikan asas kesederhanaan dan kemudahan.

3. Proses sosial yang penuh keterbukaan, saling menghargai dan menghormati martabat seseorang dapat mendorong terjadinya perkawinan.

4. Pemahaman nilai agama, kemajuan tingkat pendidikan dalam masyarakat merupakan tindakan rasional yang bersumber pada kesadaran modern, memberi semangat mendorong terjadinya perubahan pola perkawinan dari endogami ke eksogami.

Deskripsi Alternatif :

Social reality among Dayak community showed behavioral changes. They involve changes in mariage pattern and palaku form. really, Dayak community does not recognize endogamy, but also exogamy models and change in the form of traditional gong with other goods. The understanding of such a pattern for the reason that there is individual understanding and more importanly, it is owing to advancement of era. Both endogamy and exogamy models have been well accepted among Dayak people.

Based on understanding on the above social reality, problems of this research were formulated as the following: 1) What is the sense of marriage for the Dayak Ngaju people in Gunung Mas Regency, 2)How the palaku functionc in the marriage of Dayak Ngaju peple in Gunung Mas Regency, and 3) What is social sense on marriage pattern change among Dayak Ngaju people in the middle of social change.

This research basically aims to identify and describe the palaku of the marriage among Dayak community, and understand the function of palaku amidst social change, ultimately capable to explain the Dayak people marriage. The present research is expected to provide academic contributions for social study development and practical contributions for traditional figures, public figures in presenting sense of palaku function in the marriage among Central Kalimantan Dayak people.

Study on palaku of Dayak people in social change was conducted in gunung Mas Regency. The research used qualitatif method through ethnometodhology. Results indicate that with the advancement of era, social classification in the community has not been emphasized any more ; however, in marriage palaku was consistently requested and it was symbolized with traditional gong; presenlty; due to difficulty in providinggong, palaku can be provided in the form of money, gold, dry-fields and also land. In social cultural context, particularly in marriage phenomenon, generally people know two models of marriage, i.e. endogamy and exogamy. Change in exogamy model among Dayak people indicates that such a model has been publicity well accepted. Based on detailed discussion on the dissertation problem, following propositions are described:

1. Marriage is sharing il life between a man and woman to build happy and prosperous household, along with take care of unity and whole family.

2. Palaku is an obligation must paid of male side to the bridge as a sign of really and honesty with pay attention of simple and easy principle.

3. Full open of social process, appreciate and respect of anyone prestige can lead marriages.

4. The understanding of religion precious, progression of education level on society are rational action be based on modern awareness, give of spirit can lead change of marriages design from endogamy to exogamy.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiSocial Science (Doctorate Program) Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Promotor : Prof. Dr. H. Samsul Wahidin, SH., MS. ; Co-Promotor : Prof. Dr. H. Agus Sholahuddin, MS., Editor: Ambarwati