Path: Top Journal Jurnal_Teknologi_&_Manajemen_Informatika 2006

Sistem otomasi set poin pada Baxter SPS 450 untuk proses hemodalisis

Jurnal Teknologi & Manajemen Informatika, Volume 4, Nomor 2, Agustus 2006
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-11-19 22:24:26
Oleh : Dwi Arman Presetya , Faculty of Information Technology Merdeka University Malang
Dibuat : 2006-08-01, dengan 0 file

Keyword : Cuci darah, gagal ginjal, TMP, Baxter SPS 450.

Di Indonesia terdapat kecenderungan bahwa penderita penyakit gagal ginjal terminal semakin banyak. Mesin cuci darah atau hemodalisis merupakan salah satu penunjang harapan mereka untuk hidup. Namun pada saat ini mesin hemodalisis di Indonesia sangat terbatas jumlahnya dan komponennya banyak berasal dari luar negeri. Kerana itu biaya cuci darah di Indonesia relative mahal. Pada umumnya di rumah sakit umum pemerintah hanya memiliki beberapa mesin cuci darah saja, salah satunya adalah Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Rumah Sakit ini memiliki mesin yang bermerk Baxter bertipe 450, merupakan mesin generasi tahun 70-an yang cukup tua. Karena produksi lama maka banyak sekali fasilitas yang bertaraf analog. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proses cuci darah adalah jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh tidak sesuai dengan jumlah yang diinginkan, mengingat penderita gagal ginjal mendapat kesulitan untuk membuang air sisa metabolisme tubuh secara baik. Berdasarkan hasil penelitian dan ditunjang dengan teori yang telah ada, jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh sebanding dengan suatu nilai yang disebut dengan Trans Membrane Pressure (TMP). TMP merupakan selisih tekanan hidrostatik darah dengan tekanan hidrostatik dialisat (cairan untuk mencuci darah) dalam ginjal buatan. Dengan mengatur TMP, jumlah cairan yang dikeluarkan melalui tubuh dapat diatur pula agar sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Dengan pertimbangan tersebut akan dibuat suatu sistem otomasi yang menghitung parameter TMP tersebut. Alat yang sudah dicoba melalui simulasi tetapi belum diterapkan pada mesin Baxter SPS 450 dan pasien. Untuk peningkatan performasi alat, cukup dengan membandingkan hasil simulasi dari mesin Baxter SPS 450 dengan hasil mesin yang dibuat. Hasil yang didapat cukup baik. Untuk pengembangan berikutnya dengan persetujuan dokter dan penyempurnaan lebih lanjut, alat tersebut dapat diterpkan pada mesin Baxter SPS 450 dan diterapkan pada pasien.

Deskripsi Alternatif :

Di Indonesia terdapat kecenderungan bahwa penderita penyakit gagal ginjal terminal semakin banyak. Mesin cuci darah atau hemodalisis merupakan salah satu penunjang harapan mereka untuk hidup. Namun pada saat ini mesin hemodalisis di Indonesia sangat terbatas jumlahnya dan komponennya banyak berasal dari luar negeri. Kerana itu biaya cuci darah di Indonesia relative mahal. Pada umumnya di rumah sakit umum pemerintah hanya memiliki beberapa mesin cuci darah saja, salah satunya adalah Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Rumah Sakit ini memiliki mesin yang bermerk Baxter bertipe 450, merupakan mesin generasi tahun 70-an yang cukup tua. Karena produksi lama maka banyak sekali fasilitas yang bertaraf analog. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proses cuci darah adalah jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh tidak sesuai dengan jumlah yang diinginkan, mengingat penderita gagal ginjal mendapat kesulitan untuk membuang air sisa metabolisme tubuh secara baik. Berdasarkan hasil penelitian dan ditunjang dengan teori yang telah ada, jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh sebanding dengan suatu nilai yang disebut dengan Trans Membrane Pressure (TMP). TMP merupakan selisih tekanan hidrostatik darah dengan tekanan hidrostatik dialisat (cairan untuk mencuci darah) dalam ginjal buatan. Dengan mengatur TMP, jumlah cairan yang dikeluarkan melalui tubuh dapat diatur pula agar sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Dengan pertimbangan tersebut akan dibuat suatu sistem otomasi yang menghitung parameter TMP tersebut. Alat yang sudah dicoba melalui simulasi tetapi belum diterapkan pada mesin Baxter SPS 450 dan pasien. Untuk peningkatan performasi alat, cukup dengan membandingkan hasil simulasi dari mesin Baxter SPS 450 dengan hasil mesin yang dibuat. Hasil yang didapat cukup baik. Untuk pengembangan berikutnya dengan persetujuan dokter dan penyempurnaan lebih lanjut, alat tersebut dapat diterpkan pada mesin Baxter SPS 450 dan diterapkan pada pasien.

Copyrights : Copyright (c) 2008 by Digital Library Universitas Merdeka Malang. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty of Information Technology Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.