Path: Top Journal Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu-ilmu Sosial 2010

Partisipatori masyarakat dalam implementasi alat penjernih air sederhana dengan system filtrasi

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat: Bidang Ilmu-ilmu Social, Volume XXI, Nomor 1, Tahun 2010
Journal from JIPTUNMERPP / 2011-03-23 22:10:43
Oleh : Bekti Prihatiningsih, Research Institute Merdeka University Malang
Dibuat : 2010-01-01, dengan 0 file

Keyword : Partisipatori, alat penjernih air, masyarakat.

Banyaknya rumah dan padatnya pendduk di daerah bantaran sungai serta akibat banjir yang melanda, mengakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan bagi penduduk sekitar baantaran sungai. Salah satunya adalah warga RT 2 RW 04 kelurahan Lesanpuro. Penduduk harus berjalan kaki sejauh ± 500 meter menuju aliran PDAM yang tersedia atau memanfaatkan air sungai. Minimnya pemahaman masyarakat akan pentingnya air bersih yang memenuhi syarat kesehatan menyebabkan warga tidak perduli akan dampak yang dapat timbul akibat mengkonsumsi air yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini Puskesmas Gribig terhadap kualitas sampel air sumur gali di daerah bantaran sungai pasca banjir tahun 2008, dengan mengambil 10 titik lokasi dinyatakan bahwa sumur buatan yang dekat bantaran sungai banyak yang telah mengalami pencemaran akibat terjadinya perembesan air sungai dan masuknya air luapan sungai ke dalam sumur. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, melalui program IPTEKS, eneliti berupaya mengaplikasikan hasil penelitian tahun 2007/ 2008 tentang alat penjernih air sederhana sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas air. Alat penjernih air yang diimplementasikan merupakan alat penjernih air dengan system filtrasi sederhana. Dikatakan sederhana karena hanya menggunakan satu kolom pengolah air yang dibuat dari pipa PVC berdiameter 10 inchi, dengan media pasir silika, seolac dan antrasit. Dengan adanya alat penjernih air diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penduduk/ warga setempat dalam pengelolaan air bersih yang sehat serta bermartabat yang berguna sekali bagi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemilihan lokasi, pembuatan alat penjernih air dan uji coba alat sebelum dipasang serta melakukan sosialisasi dan penyuluhan dalam rangka mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya air bersih. Disamping itu juga dilakukan monitoring dan evaluasi setelah alat terpasang. Hasil kegiatan dilapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan implementasi alat penjernih air sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan terlibatnya warga dalam semua proses kegiatan, mulai dari pembuatan sumur hingga pemasangan dan pengoperasian alat serta dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

Deskripsi Alternatif :

Banyaknya rumah dan padatnya pendduk di daerah bantaran sungai serta akibat banjir yang melanda, mengakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan bagi penduduk sekitar baantaran sungai. Salah satunya adalah warga RT 2 RW 04 kelurahan Lesanpuro. Penduduk harus berjalan kaki sejauh ± 500 meter menuju aliran PDAM yang tersedia atau memanfaatkan air sungai. Minimnya pemahaman masyarakat akan pentingnya air bersih yang memenuhi syarat kesehatan menyebabkan warga tidak perduli akan dampak yang dapat timbul akibat mengkonsumsi air yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini Puskesmas Gribig terhadap kualitas sampel air sumur gali di daerah bantaran sungai pasca banjir tahun 2008, dengan mengambil 10 titik lokasi dinyatakan bahwa sumur buatan yang dekat bantaran sungai banyak yang telah mengalami pencemaran akibat terjadinya perembesan air sungai dan masuknya air luapan sungai ke dalam sumur. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, melalui program IPTEKS, eneliti berupaya mengaplikasikan hasil penelitian tahun 2007/ 2008 tentang alat penjernih air sederhana sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas air. Alat penjernih air yang diimplementasikan merupakan alat penjernih air dengan system filtrasi sederhana. Dikatakan sederhana karena hanya menggunakan satu kolom pengolah air yang dibuat dari pipa PVC berdiameter 10 inchi, dengan media pasir silika, seolac dan antrasit. Dengan adanya alat penjernih air diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penduduk/ warga setempat dalam pengelolaan air bersih yang sehat serta bermartabat yang berguna sekali bagi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemilihan lokasi, pembuatan alat penjernih air dan uji coba alat sebelum dipasang serta melakukan sosialisasi dan penyuluhan dalam rangka mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya air bersih. Disamping itu juga dilakukan monitoring dan evaluasi setelah alat terpasang. Hasil kegiatan dilapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan implementasi alat penjernih air sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan terlibatnya warga dalam semua proses kegiatan, mulai dari pembuatan sumur hingga pemasangan dan pengoperasian alat serta dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiResearch Institute Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.