Path: Top Journal Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu-ilmu Eksakta 2010

Pengaruh ukuran butiran batu apung dalam menurunkan kadar logam berat krom (Cr) pada air limbah dengan sistem batch

Jurnal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bidang ilmu-ilmu sosial, Volume XXI, Nomor 2 Desember 2011
Journal from JIPTUNMERPP / 2011-03-13 22:41:28
Oleh : Bekti Prihatiningsih, Research Institute Merdeka University Malang
Dibuat : 2010-12-01, dengan 0 file

Keyword : Batu apung, logam berat, krom, penurunan, air limbah. Volume XXI, Nomor 2, Desember 2010

Batu apung mempunyai sifat yang porous, mempunyai permukaan yang luas dan banyak mengandung silica dan alumunium, sehinga batu apung di prediksi dapat di pakai sebagai bahan penyerap ion-ion logam berat seperti Tembaga (Cu), Krom (Cr), Cadmium (Cd) dan Merkuri (Hg). Pencemaran logam berat terhadap lingkungan merupakan suatu hal yang erat hubunganya dengan penggunaan logam berat tersebut oleh manusia. Saat ini logam berat termasuk dalam limbah bahan yang beracun dan berbahaya (B3) dengan klasifikasi beracun (toksik). Oleh sebab itu, jika di dalam air limbah yang di hasilkan suatu kegiatan mengasilkan krom, maka limbah tersebut harus di olah terlebih daluluseelum di buang ke lingkungan. Dengan mengacu pada uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikemampuan batu apung dalam menurunkan kandungan logam krom dalam air limbah dan mengetahui ukuran butiran batu apung yang paling baik dalam menurunkan kandungan logam krom. Penelitian di lalukan pada skala laboratorium dengan system batch yang di dahului dengan pengamatan pendahuluan untuk mengamati perilaku butiran atu apung yang akan di gunakan sebagai media dengan memberikan perilaku awal yaitu meredam batu apung dalam activator, H2SO4 p.a 50% dan tanpa aktivaor. Pengamatan di lakukan untuk mengetahui bahwa dengan peredam dalam activator batu apungdapat mebyerap lebih zat terlarut lebih besar. Selanjutnya di lakukan pengamatan utama untuk mengamati kemampuan butiran batu apung dalam menurunkan batu logam Cr dengan mengunakan batu apung yamg telah di aktivasi dengan berat 30 gram pada masing-masing erlenmenyer. Air limbah yang di gunakan adalah air limbah artificial yang mempunyai (mg/l): 5; 10; 15. Waktu pengamatan adalah (menit): 0; 15; 60; 120; 1440. Hasil pengamatan menunjukan bahwa butiran batu apung mampu menurunkan kandungan logam Cr yang terlarut pada air limbah. Pola penurunan menunjukan pada awal pengamatan terjadi penurunan yang cepat kemudian melambat samai akhirpengamatan. Prosen removal terbesar diperoleh pada butiran batu apungdengan ukuran diameter utiran 30 mesh yaitu sebesar 35,41% (Cr awal = 4,53mg/l);42,05% (Cr awal = 9,89 mg/l) dan (Cr awal = 14, 98 mg/l).

Deskripsi Alternatif :

Batu apung mempunyai sifat yang porous, mempunyai permukaan yang luas dan banyak mengandung silica dan alumunium, sehinga batu apung di prediksi dapat di pakai sebagai bahan penyerap ion-ion logam berat seperti Tembaga (Cu), Krom (Cr), Cadmium (Cd) dan Merkuri (Hg). Pencemaran logam berat terhadap lingkungan merupakan suatu hal yang erat hubunganya dengan penggunaan logam berat tersebut oleh manusia. Saat ini logam berat termasuk dalam limbah bahan yang beracun dan berbahaya (B3) dengan klasifikasi beracun (toksik). Oleh sebab itu, jika di dalam air limbah yang di hasilkan suatu kegiatan mengasilkan krom, maka limbah tersebut harus di olah terlebih daluluseelum di buang ke lingkungan. Dengan mengacu pada uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikemampuan batu apung dalam menurunkan kandungan logam krom dalam air limbah dan mengetahui ukuran butiran batu apung yang paling baik dalam menurunkan kandungan logam krom. Penelitian di lalukan pada skala laboratorium dengan system batch yang di dahului dengan pengamatan pendahuluan untuk mengamati perilaku butiran atu apung yang akan di gunakan sebagai media dengan memberikan perilaku awal yaitu meredam batu apung dalam activator, H2SO4 p.a 50% dan tanpa aktivaor. Pengamatan di lakukan untuk mengetahui bahwa dengan peredam dalam activator batu apungdapat mebyerap lebih zat terlarut lebih besar. Selanjutnya di lakukan pengamatan utama untuk mengamati kemampuan butiran batu apung dalam menurunkan batu logam Cr dengan mengunakan batu apung yamg telah di aktivasi dengan berat 30 gram pada masing-masing erlenmenyer. Air limbah yang di gunakan adalah air limbah artificial yang mempunyai (mg/l): 5; 10; 15. Waktu pengamatan adalah (menit): 0; 15; 60; 120; 1440. Hasil pengamatan menunjukan bahwa butiran batu apung mampu menurunkan kandungan logam Cr yang terlarut pada air limbah. Pola penurunan menunjukan pada awal pengamatan terjadi penurunan yang cepat kemudian melambat samai akhirpengamatan. Prosen removal terbesar diperoleh pada butiran batu apungdengan ukuran diameter utiran 30 mesh yaitu sebesar 35,41% (Cr awal = 4,53mg/l);42,05% (Cr awal = 9,89 mg/l) dan (Cr awal = 14, 98 mg/l).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiResearch Institute Merdeka University Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.