Path: Top Journal Jurnal Manajemen: Untuk Ilmu Ekonomi dan Perpustakaan 2018

UNDERPRICING IPO SAHAM SEKTOR MANUFAKTUR DENGAN ANALISIS ROA, EPS, DER

Jurnal Manajemen: Untuk Ilmu Ekonomi dan Perpustakaan: Volume 4, Nomor 1, Agustus 2018
Journal from JIPTUNMERPP / 2018-07-05 09:03:22
Oleh : Theresia Suyetnan ; Pembimbing: Rony Joyo Negoro Octavianus, Library University Merdeka Malang
Dibuat : 2018-05-21, dengan 0 file

Keyword : Return on Asset, Earning per Share, Debt Equity Ratio dan Underpricing
Url : http://drive.google.com/file/d/1ZGcFJlnozPJpfPCXQKCNsxaHnVHSzuxr/view?usp=sharing

Dalam proses go public, sebelum diperdagangkan di pasar sekunder, saham terlebih dahulu dijual di pasar perdana. Penawaran saham secara perdana ke publik melalui pasar perdana ini dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO). Apabila harga saham pada pasar perdana lebih rendah dibandingkan dengan harga saham pada pasar sekunder pada hari pertama, maka akan terjadi fenomena harga rendah di penawaran perdana yang disebut underpricing. Pada tahun 2012-2017, dari 122 perusahaan yang melakukan IPO, sebanyak 102 perusahaan mengalami underpricing, berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa underpricing yang terjadi pada tahun 2012-2017 ini adalah sebesar 83.61%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing pada perusahaan manufaktur yang IPO di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2017. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel 17 perusahaan. Data merupakan data sekunder yaitu prospektus perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen, yaitu, Return On Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio tidak mempunyai pengaruh secara simultan terhadap underpricing. Secara parsial menunjukkan bahwa Return On Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap underpricing.

Deskripsi Alternatif :

In the process of go public, before trading in the secondary market, shares first sold in the primary market or is called initial market. The initial stock offering to the public through the primary market is known as an initial public offering (IPO). If the stock price on the primary market (IPO) is lower than the stock price on the secondary market at the first day, there will be a phenomenon of the low price in the IPO, which is called underpricing. In 2012-2017, from 122 IPO company, 102 company have been through underpricing, based on it Cn be seen that underpricing which occurred in 2012-2017 is 83.61%. This research aims to analyze the factors that affect underpricing on IPO at the Indonesia Stock Exchange In 2012-2017. Sample that selected based on purposive sampling as many as 17 companies. The data collected is a secondary data that is company prospectus. The method of analysis used multiple linear regression model and the results showed that all the independent variables, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Earnings per Share, has no effect simulatanious on underpricing. Partially shows that the Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Earnings per Share, has no effect on underpricing.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiLibrary University Merdeka Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.