Path: Top » Research Report » Research_Institute » 2008

AKTUALISASI ARSITEKTUR PEMBENTUK IDENTITAS KOTA MALANG DENGAN MENDASARKAN TANGGAPAN MASYARAKATNYA

Research Report from JIPTUNMERPP / 2015-06-24 02:10:51
Oleh : . Agus Sukandar ; Dina Poerwoningsih , Faculty of Engineering Merdeka University Malang
Dibuat : 2008-11-01, dengan file

Keyword : Penanda tempat; identitas kota; arsitektur kolonial; atribut arsitektur

Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang dikenal dengan kekayaan koleksi arsitektur kolonialnya. Kekayaan tersebut juga berperan sebagai pembentuk identitas kota, utamanya terkait 2 (dua) hal: pertama, keberadaannya yang masih mendominasi kota dan kedua, banyak di antara bangunan tersebut menyandang peran sebagai penanda tempat (landmark). Upaya untuk mempertahankan kelestarian arsitektur ini telah dilaksanakan dengan berbagai cara namun tampaknya harus berpacu dengan laju perkembangan pembangunan fisik kota yang cenderung mengancam eksistensi identitas tersebut, baik melalui proses penggusuran bangunan situs maupun penghadiran karakter baru yang tidak menyelaraskan dengan karakter arsitektur kota sebelumnya.
Bertolak dari realitas pesatnya pertumbuhan bangunan-bangunan berkarakter ‘non-kolonial’ seperti di atas, memunculkan pertanyaan: Apakah arsitektur kolonial masih memegang peran penting dalam pembentukan identitas kota? Penelitian ini berupaya mere-inventarisir karya arsitektur mana sajakah yang saat ini dianggap merepresentasikan identitas Kota Malang, berdasar persepsi warganya. Data dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan 72 (tujuhpuluh dua) responden yang didapat berdasar pendekatan stratified propossive sampling. Proses penggalian data dilaksanakan dengan metode ‘Multiple Sorting Task’ (MST). Prosedurnya, pada tahap pertama tanpa batasan prakonsepsi responden diberi kesempatan memilih bangunan di kota Malang yang paling tertanam dalam memorinya. Kedua, responden diminta menyortir penggambarannya ke dalam kategori menggunakan satu kriteria tunggal yang didasarkan pada sekitar idea tentang ‘bangunan seperti apakah yang disukainya”. Data yang masuk kemudian dianalisis dengan 2 (dua) metode: pertama adalah metode pemeringkatan (ranking), digunakan untuk menentukan peringkat obyek-obyek arsitektur baik dari kategori yang diidentikan dengan Kota Malang maupun yang disukai responden. Yang kedua adalah metode content analysis, digunakan untuk mengelola dan mengkategorikan data bagian-bagian bangunan yang diingat dan data-data bagian bangunan yang disukai.
Dari penelitian ini diperoleh hasil 14 (empat belas) bangunan dan 2 (dua) kawasan yang dianggap bisa diposisikan sebagai penentu identitas Kota Malang, meliputi: Perumahan Kawasan Jalan Ijen, Balai Kota Malang, Alun-alun Tugu, Tugu Park Hotel, Kantor PLN Kota Malang, SMAK Cor Jesu, Alun-alun Kota, Masjid Jami, Stasiun Kota, Gereja GPIB, Gereja Kayutangan, Toko Oen, Pertokoan Rajabali, Gereja Katedral, Perbelanjaan Sarinah, dan Patung Selamat Datang. Dari 16 (enam belas) obyek ini, ada 6 (enam) obyek yang mempunyai karakter kuat sebagai penentu identitas Kota Malang, meliputi: Perumahan Kawasan Jalan Ijen, Balai Kota Malang, Alun-alun Tugu, Tugu Park Hotel, Kantor PLN Kota Malang, dan SMAK Cor Jesu. Atribut yang dominan pada ke enam obyek ini adalah style dan morfologi, sedangkan atribut tipe bisa ditemukan pada beberapa di antaranya tetapi dalam prosentase kecil.

Deskripsi Alternatif :

Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang dikenal dengan kekayaan koleksi arsitektur kolonialnya. Kekayaan tersebut juga berperan sebagai pembentuk identitas kota, utamanya terkait 2 (dua) hal: pertama, keberadaannya yang masih mendominasi kota dan kedua, banyak di antara bangunan tersebut menyandang peran sebagai penanda tempat (landmark). Upaya untuk mempertahankan kelestarian arsitektur ini telah dilaksanakan dengan berbagai cara namun tampaknya harus berpacu dengan laju perkembangan pembangunan fisik kota yang cenderung mengancam eksistensi identitas tersebut, baik melalui proses penggusuran bangunan situs maupun penghadiran karakter baru yang tidak menyelaraskan dengan karakter arsitektur kota sebelumnya.
Bertolak dari realitas pesatnya pertumbuhan bangunan-bangunan berkarakter ‘non-kolonial’ seperti di atas, memunculkan pertanyaan: Apakah arsitektur kolonial masih memegang peran penting dalam pembentukan identitas kota? Penelitian ini berupaya mere-inventarisir karya arsitektur mana sajakah yang saat ini dianggap merepresentasikan identitas Kota Malang, berdasar persepsi warganya. Data dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan 72 (tujuhpuluh dua) responden yang didapat berdasar pendekatan stratified propossive sampling. Proses penggalian data dilaksanakan dengan metode ‘Multiple Sorting Task’ (MST). Prosedurnya, pada tahap pertama tanpa batasan prakonsepsi responden diberi kesempatan memilih bangunan di kota Malang yang paling tertanam dalam memorinya. Kedua, responden diminta menyortir penggambarannya ke dalam kategori menggunakan satu kriteria tunggal yang didasarkan pada sekitar idea tentang ‘bangunan seperti apakah yang disukainya”. Data yang masuk kemudian dianalisis dengan 2 (dua) metode: pertama adalah metode pemeringkatan (ranking), digunakan untuk menentukan peringkat obyek-obyek arsitektur baik dari kategori yang diidentikan dengan Kota Malang maupun yang disukai responden. Yang kedua adalah metode content analysis, digunakan untuk mengelola dan mengkategorikan data bagian-bagian bangunan yang diingat dan data-data bagian bangunan yang disukai.
Dari penelitian ini diperoleh hasil 14 (empat belas) bangunan dan 2 (dua) kawasan yang dianggap bisa diposisikan sebagai penentu identitas Kota Malang, meliputi: Perumahan Kawasan Jalan Ijen, Balai Kota Malang, Alun-alun Tugu, Tugu Park Hotel, Kantor PLN Kota Malang, SMAK Cor Jesu, Alun-alun Kota, Masjid Jami, Stasiun Kota, Gereja GPIB, Gereja Kayutangan, Toko Oen, Pertokoan Rajabali, Gereja Katedral, Perbelanjaan Sarinah, dan Patung Selamat Datang. Dari 16 (enam belas) obyek ini, ada 6 (enam) obyek yang mempunyai karakter kuat sebagai penentu identitas Kota Malang, meliputi: Perumahan Kawasan Jalan Ijen, Balai Kota Malang, Alun-alun Tugu, Tugu Park Hotel, Kantor PLN Kota Malang, dan SMAK Cor Jesu. Atribut yang dominan pada ke enam obyek ini adalah style dan morfologi, sedangkan atribut tipe bisa ditemukan pada beberapa di antaranya tetapi dalam prosentase kecil.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiF
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Wiwik Supriyanti, Dra. SS.