Path: Top S3-Dissertations Economics 2000

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku wisatawan mancanegara di Jawa Timur

PhD Theses from JIPTUNMERPP / 2008-01-14 08:06:16
Oleh : Nazief Nirwanto, Economics_(Doctorate_Program)_-_Merdeka_University
Dibuat : 2000-01-01, dengan file

Keyword : Consumer behavior, international tourism, exploratory factor analysis.

Pariwisata merupakan industri yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber devisa non-migas andalan Indonesia. Untuk mengetahui apakah pariwisata Jawa Timur sudah dapat dianggap sebagai sektor andalan, perlu dilakukan penelitian tentang pariwisata di Jawa Timur. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi dan menemukan variabel-variabel yang diperkirakan ikut dipertimbangkan oleh wisatawan mancanegara dalam proses pengambilan keputusan membeli produk jasa pariwisata di Jawa Timur.
Dipilihnya daerah penelitian di provinsi Jawa Timur, disamping pertimbangan jarak, juga karena propinsi ini merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata cukup besar, bila ditinjau dari tersedianya komponen pendukung pariwisata serta atraksi yang pada umumnya diminati oleh wisatawan untuk dibeli. Dengan jumlah penduduk yang relatif besar, perkembangan pariwisata Jawa Timur masih tertinggal bila dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. Selama ini Jawa Timur belum menjadi tujuan wisata utama dibandingkan dengan dua propinsi terdekatnya yaitu Jawa Tengan dan Bali. Untuk itu perlu diadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya perilaku wisatawan mancanegara yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dalam pengembangan kepariwisataan di Jawa Timur sehingga diharapkan dapat menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia.
Teori yang mendasari pemikiran dalam penelitian ini adalah teori perilaku konsumen secara individual dengan responden wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung di Jawa Timur. Sampel diambil dari sejumlah wisatawan di bulan Januari dan bulan Agustus. Jumlah responden ditentukan berdasarkan jumlah wisatawan yang memasuki Jawa Timur melalui bandar udara Juanda, Surabaya dalam tahun 1993. Data primer diperoleh dari survei lapangan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan, berupa data diskrit, nominal, ordinal, dan interval. Seluruh data ordinal ditransformasikan menjadi data interval.
Berbagai variabel baik internal dari dalam diri wisatawan sendiri maupun yang ekstemal diperkirakan ikut dipertimbangkan oleh wisatawan dalam proses pengambilan keputusan untuk membeli jasa pariwisata di Jawa Timur. Pemilihan variabel secara a priori berdasarkan indikator yang ada sesuai teori perilaku konsumen, penelitian terdahulu dan hasil diskusi dengan para narasumber. Variabel-variabel tersebut merupakan cerminan dari dimensi motivasi atau tujuan berwisata, dimensi daya tarik wisata dan dimensi persepsi wisatawan terhadap kualitas pelayanan yang dialami selama berada di Jawa Timur dan jumlah variabel direduksi dengan menggunakan analisis faktor.
Dari analisis faktor diperoleh variabel-variabel baru, yaitu: dua faktor mewakili dimensi motivasi atau tujuan wisata (Aktifitas wisata dan non wisata), dua faktor mewakili dimensi daya tarik (utama dan penunjang), dan enam faktor mewakili dimensi persepsi terhadap kualitas pelayanan (kualitas dan harga jasa swasta, jasa formal, keamanan, wisata kota, dan harga layanan). Variabel-variabel dominan yang menentukan perilaku wisatawan mancanegara ialah: 1. Aktifitas Wisata, 2. Aktivitas Nonwisata, 3. Daya Tarik Utama, 4. Daya Tarik Penunjang, S. Kualitas Jasa Swasta, 6. Harga Jasa Swasta, 7. Kualitas Jasa Formal, 8. Nilai Keamanan, 9. Harga Wisata Kota, dan 10. Harga Layanan.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel dominan ditambah variabel demografi, yaitu tingkat pendidikan dan pendapatan, terhadap pengeluaran sebagai cerminan perilaku konsumen jasa pariwisata di Jawa Timur digunakan analisis regresi linier berganda. Estimator dalam analisis tersebut ialah sebagai berikut: 1. Pendidikan (XI), 2. Pendapatan (X2), serta sepuluh variabel dominan hasil analisis faktor (X3 sampai dengan X12). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel-variabel pendidikan, kualitas jasa formal, dan harga layanan tidak berpengaruh nyata; sedangkan variabel-variabel yang lain terbukti berpengaruh secara nyata terhadap besarnya pengeluaran wisatawan untuk membeli produk jasa pariwisata Jawa Timur.
Agar dapat memberikan sumbangan yang optimal bagi pembangunan kepariwisataan dalam jangka panjang, hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti, terutama bagi kepentingan perencanaan, strategi pemasaran serta pengembangan kepariwisataan oleh para pengambil keputusan, baik dari lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi pemerintah maupun swasta.

Deskripsi Alternatif :

Pariwisata merupakan industri yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber devisa non-migas andalan Indonesia. Untuk mengetahui apakah pariwisata Jawa Timur sudah dapat dianggap sebagai sektor andalan, perlu dilakukan penelitian tentang pariwisata di Jawa Timur. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi dan menemukan variabel-variabel yang diperkirakan ikut dipertimbangkan oleh wisatawan mancanegara dalam proses pengambilan keputusan membeli produk jasa pariwisata di Jawa Timur.
Dipilihnya daerah penelitian di provinsi Jawa Timur, disamping pertimbangan jarak, juga karena propinsi ini merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata cukup besar, bila ditinjau dari tersedianya komponen pendukung pariwisata serta atraksi yang pada umumnya diminati oleh wisatawan untuk dibeli. Dengan jumlah penduduk yang relatif besar, perkembangan pariwisata Jawa Timur masih tertinggal bila dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. Selama ini Jawa Timur belum menjadi tujuan wisata utama dibandingkan dengan dua propinsi terdekatnya yaitu Jawa Tengan dan Bali. Untuk itu perlu diadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya perilaku wisatawan mancanegara yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dalam pengembangan kepariwisataan di Jawa Timur sehingga diharapkan dapat menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia.
Teori yang mendasari pemikiran dalam penelitian ini adalah teori perilaku konsumen secara individual dengan responden wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung di Jawa Timur. Sampel diambil dari sejumlah wisatawan di bulan Januari dan bulan Agustus. Jumlah responden ditentukan berdasarkan jumlah wisatawan yang memasuki Jawa Timur melalui bandar udara Juanda, Surabaya dalam tahun 1993. Data primer diperoleh dari survei lapangan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan, berupa data diskrit, nominal, ordinal, dan interval. Seluruh data ordinal ditransformasikan menjadi data interval.
Berbagai variabel baik internal dari dalam diri wisatawan sendiri maupun yang ekstemal diperkirakan ikut dipertimbangkan oleh wisatawan dalam proses pengambilan keputusan untuk membeli jasa pariwisata di Jawa Timur. Pemilihan variabel secara a priori berdasarkan indikator yang ada sesuai teori perilaku konsumen, penelitian terdahulu dan hasil diskusi dengan para narasumber. Variabel-variabel tersebut merupakan cerminan dari dimensi motivasi atau tujuan berwisata, dimensi daya tarik wisata dan dimensi persepsi wisatawan terhadap kualitas pelayanan yang dialami selama berada di Jawa Timur dan jumlah variabel direduksi dengan menggunakan analisis faktor.
Dari analisis faktor diperoleh variabel-variabel baru, yaitu: dua faktor mewakili dimensi motivasi atau tujuan wisata (Aktifitas wisata dan non wisata), dua faktor mewakili dimensi daya tarik (utama dan penunjang), dan enam faktor mewakili dimensi persepsi terhadap kualitas pelayanan (kualitas dan harga jasa swasta, jasa formal, keamanan, wisata kota, dan harga layanan). Variabel-variabel dominan yang menentukan perilaku wisatawan mancanegara ialah: 1. Aktifitas Wisata, 2. Aktivitas Nonwisata, 3. Daya Tarik Utama, 4. Daya Tarik Penunjang, S. Kualitas Jasa Swasta, 6. Harga Jasa Swasta, 7. Kualitas Jasa Formal, 8. Nilai Keamanan, 9. Harga Wisata Kota, dan 10. Harga Layanan.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel dominan ditambah variabel demografi, yaitu tingkat pendidikan dan pendapatan, terhadap pengeluaran sebagai cerminan perilaku konsumen jasa pariwisata di Jawa Timur digunakan analisis regresi linier berganda. Estimator dalam analisis tersebut ialah sebagai berikut: 1. Pendidikan (XI), 2. Pendapatan (X2), serta sepuluh variabel dominan hasil analisis faktor (X3 sampai dengan X12). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel-variabel pendidikan, kualitas jasa formal, dan harga layanan tidak berpengaruh nyata; sedangkan variabel-variabel yang lain terbukti berpengaruh secara nyata terhadap besarnya pengeluaran wisatawan untuk membeli produk jasa pariwisata Jawa Timur.
Agar dapat memberikan sumbangan yang optimal bagi pembangunan kepariwisataan dalam jangka panjang, hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti, terutama bagi kepentingan perencanaan, strategi pemasaran serta pengembangan kepariwisataan oleh para pengambil keputusan, baik dari lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi pemerintah maupun swasta.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiE
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: