Path: Top

Pengaruh variasi flowrate udara bakar terhadap temperatur gasifikasi biomassa dan kestabilan gas produk

Jurnal Teknik Mesin Transmisi, Volume 3, February 2006
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:54
Oleh : Rudi Hariyanto, Department_of_Mechanical_Engineering (mesin@unmer.ac.id)
Dibuat : 2006-02-01, dengan file

Keyword : Biomassa, gasifikasi, drying, pirolisis, combustion, reduksi, flowrate

Gasifikasi biomassa merupakan salah satu metoda untuk merubah bahan bakar padat seperti tandan kelapa sawit, sekam padi, kayu dan sampah organik lainnya menjadi gas mampu bakar seperti CO, CH4 dan H2. Selama proses gasifikasi biomassa mengalami urutan reaksi yang komplek (drying / pengeringan, pirolisis, combustion / pembakaran, reduksi). Daerah-daerag gasifikasi tersebut yaitu pengeringan, pirolisa, pembakaran dan reduksi diidentifikasikan berdasar jangkauan literatur pada daerah tersebut. Temperatur daerah pengeringan, pirolisa dan reduksi sangat tergantung pada tingginya temperatur pada daerah pembakaran. Oleh karenanya kecepatan reaksi pembakaran yang terjadi di daerah pembakaran merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingginya temperatur di daerah tersebut. Penambahan flowrate udara bakar merupakan salah satu metode yang mudah dan murah untuk meningkatkan kecepatan pembakaran. Dari hasil pengujian yang dilakukan ternyata didapatkan bahwa penggunaan flowrate udara bakar 292,49 - 413,73 Ipm untuk proses gasifikasi biomassa 50% tandan kosong dan 50% tempurung kelapa sawit yang mampu menghasilkan temperatur gasifikasi yang paling stabil dan mampu menghasilkan gas produk dengan nyala paling lama yaitu 25 menit.

Deskripsi Alternatif :

Gasifikasi biomassa merupakan salah satu metoda untuk merubah bahan bakar padat seperti tandan kelapa sawit, sekam padi, kayu dan sampah organik lainnya menjadi gas mampu bakar seperti CO, CH4 dan H2. Selama proses gasifikasi biomassa mengalami urutan reaksi yang komplek (drying / pengeringan, pirolisis, combustion / pembakaran, reduksi). Daerah-daerag gasifikasi tersebut yaitu pengeringan, pirolisa, pembakaran dan reduksi diidentifikasikan berdasar jangkauan literatur pada daerah tersebut. Temperatur daerah pengeringan, pirolisa dan reduksi sangat tergantung pada tingginya temperatur pada daerah pembakaran. Oleh karenanya kecepatan reaksi pembakaran yang terjadi di daerah pembakaran merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingginya temperatur di daerah tersebut. Penambahan flowrate udara bakar merupakan salah satu metode yang mudah dan murah untuk meningkatkan kecepatan pembakaran. Dari hasil pengujian yang dilakukan ternyata didapatkan bahwa penggunaan flowrate udara bakar 292,49 - 413,73 Ipm untuk proses gasifikasi biomassa 50% tandan kosong dan 50% tempurung kelapa sawit yang mampu menghasilkan temperatur gasifikasi yang paling stabil dan mampu menghasilkan gas produk dengan nyala paling lama yaitu 25 menit.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiD
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: