Path: Top Journal Jurnal_Ilmu_Teknik_Diagonal 2003

Motivasi perubahan atau pembongkaran rumah peninggalan sebagai aset kolonial kasus di Jalan Ijen Malang

Jurnal Diagonal, Volume 4, Nomor 1, Februari 2003
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:49
Oleh : Soesanto, Faculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang (Diagonal@teknik.unmer.ac.id)
Dibuat : 2003-02-01, dengan file

Keyword : Perencanaan dan perancangan kota, bangunan peninggalan kolonial Belanda, aspek historis, pelestarian & konservasi, planning and design, dutch colonial legency, historical aspect, preservation and consevation

Suatu kota akan terlihat bagus dan menarik apabila perancangan dan perencanaannya memperhatikan beberapa aspek fisik dan non fisik yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah kota Malang memiliki kawasan kolonial di Jalan Ijen. Kawasan tersebut menata massa bangunan permukiman sangat memperhatikan KDB, KLB dan bentuk maupun kemiringan atapnya, meskipun berbeda dalam gaya atau stylenya (tradisional, Spanyol, modern). Bangunan ditata asri mempedulikan kelestarian merupakan peninggalan kolonial zaman Belanda. Setiap individu yang berbeda-beda menuntut jaman telah melakukan perubahan pada bagian tertentu pada rumah tersebut. Disamping ada kelonggaran ijin perubahan yang diperoleh dari Pemerintah Daerah (Staads Gemeente sampai Pemda Kodya Malang) terkadang melupakan aspek kelestarian terhadap bangunan tersebut.
Permasalan permukiman Ijen Malang adalah kurang adanya perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap aset historis secara khusus. Sebagian penduduk merombak bangunan dari fasade, atap, konstruksi, tata ruang, material bahan bahkan dibangun bertingkat. Sebagai contoh kasus di jalan Ijen Besar no. 26 Malang, bangunan rumah tinggal dirombak tampilan menjadi facadenya baru tanpa mengadopsi gaya dan style yang ada.
Upaya pelestarian bangunan kolonial mengalami kendala disebabkan pembangunan secara individu oleh pemilik tanpa memiliki konsep yang jelas. Bagaimana memberikan arahan pembangunan yang sesuai serta fasilitas pendukung lingkungan yang mulai bermunculan, dirancang untuk melengkapi permukiman, seperti sarana oleh raga, masjid, lapangan terbuka berupa taman yang dilandasi konsep yang jelas, termasuk vegetasi.
Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui masalah-masalah umum pembangunan di Ijen Malang yang memiliki aspek historis serta karakter pada tiap bangunannya. Memberikan rekomendasi Pemda Malang untuk arahan pembangunan di Ijen Malang. Yang berguna untuk kepentingan pembangunan mendatang.
Sasaran penelitian diharapkan memberikan arahan perencanaan dan perancangan kota Malang ynag memiliki aset historis dalam bentuk konsep pelestarian atau konservasi yang digunakan sebagai design guide line perencanaan mendatang.
Metode penelitian dilakukan dengan cara memperoleh data primer lengkap, yaitu melakukan wawancara penduduk dan sejumlah LSM, Pemda Malang yang memiliki kepedulian terhadap aset hsitoris dan pelestarian, serta upaya-upaya menginventarisasi bangunan kolonial di Jalan Ijen Malang yang memenuhi kriteria. Studi literatur menambah wacana teori dari kasus perombakan pembongkaran aset kolonial serta konsep arsitekturnya.
Hipotesa sebagai dugaan hasil penelitian bahwa motivasi merobah dan membongkar rumah peninggalan kolonial disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aspek historis dan pelestarian dikota Malang Perkembangan zaman merubah tuntutan masyarakat yang lebih mengutamakan aspek ekonomi mengabaikan kan aspek pelestarian.
Upaya pelestarian mengalami kendala disebabkan adanya pembangunan secara individu oleh pemilik tanpa memiliki konsep yang jelas.

Deskripsi Alternatif :

Suatu kota akan terlihat bagus dan menarik apabila perancangan dan perencanaannya memperhatikan beberapa aspek fisik dan non fisik yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah kota Malang memiliki kawasan kolonial di Jalan Ijen. Kawasan tersebut menata massa bangunan permukiman sangat memperhatikan KDB, KLB dan bentuk maupun kemiringan atapnya, meskipun berbeda dalam gaya atau stylenya (tradisional, Spanyol, modern). Bangunan ditata asri mempedulikan kelestarian merupakan peninggalan kolonial zaman Belanda. Setiap individu yang berbeda-beda menuntut jaman telah melakukan perubahan pada bagian tertentu pada rumah tersebut. Disamping ada kelonggaran ijin perubahan yang diperoleh dari Pemerintah Daerah (Staads Gemeente sampai Pemda Kodya Malang) terkadang melupakan aspek kelestarian terhadap bangunan tersebut.
Permasalan permukiman Ijen Malang adalah kurang adanya perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap aset historis secara khusus. Sebagian penduduk merombak bangunan dari fasade, atap, konstruksi, tata ruang, material bahan bahkan dibangun bertingkat. Sebagai contoh kasus di jalan Ijen Besar no. 26 Malang, bangunan rumah tinggal dirombak tampilan menjadi facadenya baru tanpa mengadopsi gaya dan style yang ada.
Upaya pelestarian bangunan kolonial mengalami kendala disebabkan pembangunan secara individu oleh pemilik tanpa memiliki konsep yang jelas. Bagaimana memberikan arahan pembangunan yang sesuai serta fasilitas pendukung lingkungan yang mulai bermunculan, dirancang untuk melengkapi permukiman, seperti sarana oleh raga, masjid, lapangan terbuka berupa taman yang dilandasi konsep yang jelas, termasuk vegetasi.
Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui masalah-masalah umum pembangunan di Ijen Malang yang memiliki aspek historis serta karakter pada tiap bangunannya. Memberikan rekomendasi Pemda Malang untuk arahan pembangunan di Ijen Malang. Yang berguna untuk kepentingan pembangunan mendatang.
Sasaran penelitian diharapkan memberikan arahan perencanaan dan perancangan kota Malang ynag memiliki aset historis dalam bentuk konsep pelestarian atau konservasi yang digunakan sebagai design guide line perencanaan mendatang.
Metode penelitian dilakukan dengan cara memperoleh data primer lengkap, yaitu melakukan wawancara penduduk dan sejumlah LSM, Pemda Malang yang memiliki kepedulian terhadap aset hsitoris dan pelestarian, serta upaya-upaya menginventarisasi bangunan kolonial di Jalan Ijen Malang yang memenuhi kriteria. Studi literatur menambah wacana teori dari kasus perombakan pembongkaran aset kolonial serta konsep arsitekturnya.
Hipotesa sebagai dugaan hasil penelitian bahwa motivasi merobah dan membongkar rumah peninggalan kolonial disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aspek historis dan pelestarian dikota Malang Perkembangan zaman merubah tuntutan masyarakat yang lebih mengutamakan aspek ekonomi mengabaikan kan aspek pelestarian.
Upaya pelestarian mengalami kendala disebabkan adanya pembangunan secara individu oleh pemilik tanpa memiliki konsep yang jelas.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiF
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: