Path: Top Journal Jurnal_Ilmu_Teknik_Diagonal 2003

Pengaruh penambahan unsur tembaga (0,9% & 1,3%) pada besi tuang nodular FCD 50 JIS G 5502 terhadap perubahan matrik dan sifat kekuatan tarik setelah proses austemper 325 derajat C.

Jurnal Diagonal, Volume 4, Nomor 1, Februari 2003
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:49
Oleh : R. Djoko Andrijono, Faculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang (Diagonal@teknik.unmer.ac.id)
Dibuat : 2003-02-01, dengan 0 file

Keyword : Besi tuang nodular, besi tuang nodular austemper, nodular ductile iron, Asutempered Ductile Iron (ADI)

Kekuatan tarik besi tuang nodular lebih tinggi dibandingkan dengan jenis besi tuang yang lainnya dan juga tegangan mulurnya seperti baja, sehingga besi tuang nodular mampu menggantikan komponen mesin hasil proses tempa. Mengingat adanya tuntutan untuk mendapatkan suatu produkbesi tuang nodular yang lebih baik, maka perlu dilakukan penelitian dalam upaya mendapatkan besi tuang nodular dengan sifat mekanis yang diinginkan. Salah satu sifat mekanis yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah kekuatan tarik yang tinggi (optimum), oleh karena itu untuk mendapatkan kekuatan tarik yang tinggi dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya melakukan melakukan proses paduan dengan cara penambahan unsur tembaga (Cu) sebesar 0,9 Cu dan 1,3% Cu terhadap besi tuang nodular FCD 50 JIS G 5502. Besi tuang nodular tanpa penambahan unsur tembaga (Cu), diperoleh kekuatan tarik 54,98 kg/mm2 dan setelah dilakukan penambahan untur tembaga 0,9% Cu, kekuatan tarik yang diperoleh 79,34 kg/mm2, sehingga terjadi peningkatan kekuatan tarik sebesar 44,3% dan penambahan tembaga 1,3% Cu diperoleh kekuatan tarik 85,99 kg/mm2 atau terdapat kenaikan kekuatan tarik lebih tinggi sebesar 56,4%. Hasil penelitian diatas, masih dalam kondisi hasil cor atau tanpa proses perlakuan panas austemper, untuk mengahsilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, maka besi tuang nodular perlu dilakukan proses perlakuan panas austemper, sehingga akan diperoleh material baru yang disebut dengan besi tuang nodular austemper atau Austempered Ductile Iron (ADI), dimana besi tuang nodular mengalami proses perlakuan panas austemper pada temperatur austenisasi 850 derajat C dengan waktu tahan selama 30 menit, kemudian dilakukan pencelupan sampai temperatur 325 derajat C dengan waktu tahan selama 15,30,45 menit. hasil dari proses tersebut, maka diperoleh kekuatan tarik 96,72 kg/mm2 dengan matrik bainit bawah pada penambahan 1,3% Cu dan waktu tahan selama 15 menit.

Deskripsi Alternatif :

Kekuatan tarik besi tuang nodular lebih tinggi dibandingkan dengan jenis besi tuang yang lainnya dan juga tegangan mulurnya seperti baja, sehingga besi tuang nodular mampu menggantikan komponen mesin hasil proses tempa. Mengingat adanya tuntutan untuk mendapatkan suatu produkbesi tuang nodular yang lebih baik, maka perlu dilakukan penelitian dalam upaya mendapatkan besi tuang nodular dengan sifat mekanis yang diinginkan. Salah satu sifat mekanis yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah kekuatan tarik yang tinggi (optimum), oleh karena itu untuk mendapatkan kekuatan tarik yang tinggi dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya melakukan melakukan proses paduan dengan cara penambahan unsur tembaga (Cu) sebesar 0,9 Cu dan 1,3% Cu terhadap besi tuang nodular FCD 50 JIS G 5502. Besi tuang nodular tanpa penambahan unsur tembaga (Cu), diperoleh kekuatan tarik 54,98 kg/mm2 dan setelah dilakukan penambahan untur tembaga 0,9% Cu, kekuatan tarik yang diperoleh 79,34 kg/mm2, sehingga terjadi peningkatan kekuatan tarik sebesar 44,3% dan penambahan tembaga 1,3% Cu diperoleh kekuatan tarik 85,99 kg/mm2 atau terdapat kenaikan kekuatan tarik lebih tinggi sebesar 56,4%. Hasil penelitian diatas, masih dalam kondisi hasil cor atau tanpa proses perlakuan panas austemper, untuk mengahsilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, maka besi tuang nodular perlu dilakukan proses perlakuan panas austemper, sehingga akan diperoleh material baru yang disebut dengan besi tuang nodular austemper atau Austempered Ductile Iron (ADI), dimana besi tuang nodular mengalami proses perlakuan panas austemper pada temperatur austenisasi 850 derajat C dengan waktu tahan selama 30 menit, kemudian dilakukan pencelupan sampai temperatur 325 derajat C dengan waktu tahan selama 15,30,45 menit. hasil dari proses tersebut, maka diperoleh kekuatan tarik 96,72 kg/mm2 dengan matrik bainit bawah pada penambahan 1,3% Cu dan waktu tahan selama 15 menit.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: