Path: Top Journal Jurnal_Arsitektur_Mintakat 2004

Aspek pertanahan ruang terbuka hijau kota.

Jurnal Mintakat, volume 5, nomor 1 Maret 2004.
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:52
Oleh : A. Tutut Subadyo, Department_of_Architecture__Engineering_-_Merdeka_ (mintakat@unmer.ac.id)
Dibuat : 2004-03-01, dengan file

Keyword : Tanah, hutan kota, ruang terbuka hijau.

Pada abad ke 21 ini penduduk Indonesia sepertiga diantaranya mendiami daerah perkotaan. Jumlah kotapun bertambah banyak dan wilayah kota mekar melebar mendesak daerah pinggiran. Perebutan ruang bertambah sengit. Peralihan pemanfaatan ruang-ruang di kota sulit dikendalikan. Trend ini juga melibas keberadaan hutan kota / Ruang Terbuka Hijau (RTHK). Menyadari pentingnya masalah hutamn kota RTHK untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, maka tinjauan perspektif pertanahan menjadi topik yang urgen. Parameternya antara lain: perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan pemanfaatan ruang, khususnya yang diterapkan sebagai RTHK. Ruang untuk hutan kota disini dimaknai kaitannya dengan ketersediaan tanah., status tanah, pengadaan tanah, dan ruang publik yang dikuasai perorangan. Sementara kendala yang dihadapi dalam pembangunan hutan kota / RTHK adalah keterbatasan peraturan dan kelembagaan, kebutuhan investasi dan pengadaan tanah.

Disimpulkan perlu dilakukan pengalokasi tanah untuk hutan kota / RTHK; menetapkan peraturan perundangan serta law enforcement yang mengikat dan penyediaan dana pengadaan tanah melalui APBN maupu APBD dan atau partisipasi masyarakat melalui program konsolidasi tanah.

Deskripsi Alternatif :

Pada abad ke 21 ini penduduk Indonesia sepertiga diantaranya mendiami daerah perkotaan. Jumlah kotapun bertambah banyak dan wilayah kota mekar melebar mendesak daerah pinggiran. Perebutan ruang bertambah sengit. Peralihan pemanfaatan ruang-ruang di kota sulit dikendalikan. Trend ini juga melibas keberadaan hutan kota / Ruang Terbuka Hijau (RTHK). Menyadari pentingnya masalah hutamn kota RTHK untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, maka tinjauan perspektif pertanahan menjadi topik yang urgen. Parameternya antara lain: perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan pemanfaatan ruang, khususnya yang diterapkan sebagai RTHK. Ruang untuk hutan kota disini dimaknai kaitannya dengan ketersediaan tanah., status tanah, pengadaan tanah, dan ruang publik yang dikuasai perorangan. Sementara kendala yang dihadapi dalam pembangunan hutan kota / RTHK adalah keterbatasan peraturan dan kelembagaan, kebutuhan investasi dan pengadaan tanah.

Disimpulkan perlu dilakukan pengalokasi tanah untuk hutan kota / RTHK; menetapkan peraturan perundangan serta law enforcement yang mengikat dan penyediaan dana pengadaan tanah melalui APBN maupu APBD dan atau partisipasi masyarakat melalui program konsolidasi tanah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiD
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: