Path: Top Journal Jurnal_Ilmu_Teknik_Diagonal 2003

Pengaruh temperatur austemper 300 C terhadap terbentuknya struktur bainit dan sifat mekanis besi tuang nodular FCD 50 JIS G 5502 setelah penambahan unsur paduan 0,15% Mo, 1,5% Ni, 0,2% Cr

Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Diagonal, nomor 3, Volume 4, Agustus 2003
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:50
Oleh : R. Djoko Andriyono, Faculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang (diagonal@teknik.unmer.ac.id)
Dibuat : 2003-08-01, dengan 0 file

Keyword : Besi tuang nodular autstemper, temperatur, sifat mekanis.

Besi tuang nodular memiliki sifat mekanis yang baik dan mendekati sifat mekanis dan sifat fisik baja, seperti kekuatan tarik, regangan, kemampuan terhadap proses perlakuan panas, mampu meredam suara dan biaya produksi lebih murah daripada baja, sehingga besi tuang nodular banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan komponen mesin dan kendaraan otomotif. Perbaikan sifat-sifat mekanis agar sesuai dengan penambahan unsur-unsur paduan seperti: chromium (Cr), molydenum (Mo) dan nikel (Ni). Metode lain untuk meningkatkan sifat mekanis besi tuang nodular adalah dengan melakukan proses perlakuan panas austemper, sehingga menghasilkan besi tuang nodular austemper atau dikenal dengan sebutan austemper ductile iron (ADI). Proses austemper diawali dengan austenisasi pada temperatur 800 C selama 60 menit, dilanjutkan dengan austemper pada temperatur 300 C dengan waktu tahan masing-masing 15,30 dan 45 menit. Pengujian tarik, kekerasan dan pengamatan struktur mikro dilakukan untuk menganalisa hasil proses austemper. berdasarkan hasil penelitian, bahwa temperatur pemanasan 800 C belum terjadi austenisasi, sehingga tidak terjadi perubahan fasa menjadi fasa austenit (y), akibatnya proses austemper 300 C yang dilakukan hanya mempengaruhi perluasan matrix ferit ( ) atau terjadi anil feritisasi dan tidak terjadi pembentukan bainit pada besi tuang nodular dengan penambahan 0,15% Mo, 1,5% Ni, dan 0,2% Cr. Hasil ini terlihat dari kenaikan nilai elongasi dengan penurunan sifat kekerasan.

Deskripsi Alternatif :

Besi tuang nodular memiliki sifat mekanis yang baik dan mendekati sifat mekanis dan sifat fisik baja, seperti kekuatan tarik, regangan, kemampuan terhadap proses perlakuan panas, mampu meredam suara dan biaya produksi lebih murah daripada baja, sehingga besi tuang nodular banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan komponen mesin dan kendaraan otomotif. Perbaikan sifat-sifat mekanis agar sesuai dengan penambahan unsur-unsur paduan seperti: chromium (Cr), molydenum (Mo) dan nikel (Ni). Metode lain untuk meningkatkan sifat mekanis besi tuang nodular adalah dengan melakukan proses perlakuan panas austemper, sehingga menghasilkan besi tuang nodular austemper atau dikenal dengan sebutan austemper ductile iron (ADI). Proses austemper diawali dengan austenisasi pada temperatur 800 C selama 60 menit, dilanjutkan dengan austemper pada temperatur 300 C dengan waktu tahan masing-masing 15,30 dan 45 menit. Pengujian tarik, kekerasan dan pengamatan struktur mikro dilakukan untuk menganalisa hasil proses austemper. berdasarkan hasil penelitian, bahwa temperatur pemanasan 800 C belum terjadi austenisasi, sehingga tidak terjadi perubahan fasa menjadi fasa austenit (y), akibatnya proses austemper 300 C yang dilakukan hanya mempengaruhi perluasan matrix ferit ( ) atau terjadi anil feritisasi dan tidak terjadi pembentukan bainit pada besi tuang nodular dengan penambahan 0,15% Mo, 1,5% Ni, dan 0,2% Cr. Hasil ini terlihat dari kenaikan nilai elongasi dengan penurunan sifat kekerasan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: