Path: Top Journal Jurnal_Penelitian Umum 2003

Pemahaman anggota Badan Perwakilan Desa (BPD)
tentang demokrasi dan hak-hak asasi manusia (HAM)
studi di Kabupaten Malang

Jurnal Penelitian, Volume XV, Nomor 2, Tahun 2003
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:49
Oleh : Budhy Prianto, Research_Institute_-_Merdeka_University_Malang (Litunmer@unmer.ac.id)
Dibuat : 2003-01-01, dengan file

Keyword : Anggota BPD, demokrasi, hak asasi manusia, pemahaman

Pada hakekatnya pelaksanaan otonomi daerah adalah merupakan implementasi atas nilai-nilai demokrasi. Sementara demokrasi akan sulit terejawantah dengan baik tanpa dilandasi oleh pemahaman hak-hak asasi manusia (HAM), khususnya hak-hak politik warga negara. Oleh karenanya anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai kelompok elit di desa yang sekaligus memiliki fungsi legislatif selayaknya perlu diketahui tingkat pemahamannya atas demokrasi (HAM). Penelitian ini merupakan penelitian survei yang menggunakan anggota BPD sebagai responden penelitian. Dari populasi penelitian anggota BPD di 406 desa di Kabupaten Malang, diambil hanya 8 desa secara acak. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman atas demokrasi dan HAM anggota BPD, dan analisis statistik inferensial digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman itu. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tingkat pemahaman anggota BPD atas demokrasi dan HAM sangat tinggi. Sedangkan faktor-faktor usia; jenis kelamin; tingkat pendidikan; proses rekrutmen menjadi anggota BPD; lamanya menjadi anggota BPD; dan pengalaman kerja di bidang pemerintahan sebelum menjadi anggota BPD, yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman anggota BPD atas demokrasi dan HAM, setelah diuji dengan statistik inferensial, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri ternyata tidak berpengaruh secara signifikan.

Deskripsi Alternatif :

Pada hakekatnya pelaksanaan otonomi daerah adalah merupakan implementasi atas nilai-nilai demokrasi. Sementara demokrasi akan sulit terejawantah dengan baik tanpa dilandasi oleh pemahaman hak-hak asasi manusia (HAM), khususnya hak-hak politik warga negara. Oleh karenanya anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai kelompok elit di desa yang sekaligus memiliki fungsi legislatif selayaknya perlu diketahui tingkat pemahamannya atas demokrasi (HAM). Penelitian ini merupakan penelitian survei yang menggunakan anggota BPD sebagai responden penelitian. Dari populasi penelitian anggota BPD di 406 desa di Kabupaten Malang, diambil hanya 8 desa secara acak. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman atas demokrasi dan HAM anggota BPD, dan analisis statistik inferensial digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman itu. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tingkat pemahaman anggota BPD atas demokrasi dan HAM sangat tinggi. Sedangkan faktor-faktor usia; jenis kelamin; tingkat pendidikan; proses rekrutmen menjadi anggota BPD; lamanya menjadi anggota BPD; dan pengalaman kerja di bidang pemerintahan sebelum menjadi anggota BPD, yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman anggota BPD atas demokrasi dan HAM, setelah diuji dengan statistik inferensial, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri ternyata tidak berpengaruh secara signifikan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiR
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: