Path: Top Journal Jurnal_Hukum_Ekonomi_dan_Bisnis 2003

Product Liability dalam kerangka normatif dan undang-undang tentang perlindungan konsumen

Jurnal Hukum Ekonomi dan Bisnis, Volume 1, Nomor 1, Juli 2003
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:52
Oleh : Ali Imron, Magister_of_Law_Science_-_Merdeka_University_Malan
Dibuat : 2003-07-01, dengan file

Keyword : Product Liability, kerangka normatif

Prinsip Caveat emptor (let the buyer beware) dan paham pasar bebas (laissez faire) pada dasarnya diberlakukan sebagai upaya untuk melindungi industri-industri yang sedang tumbuh. Tetapi suasana ini ternyata juga mendatangkan dampak bagi para konsumen, banyak produk yang dikonsumsi oleh para konsumen ternyata merugikan. Keprihatinan atas kondisi yang dialami oleh konsumen itu melahirkan gugatan para penulis, mereka menghendaki adanya kewajiban profesional (professional duty) yang harus dibebankan kepada para produsen. Kewajiban itu merupakan kewajiban yang lahir sebagai tuntutan kepentingan umum. Situasi itu, kemudian melahirkan pemikiran product liability. Mengingat betapa sulitnya proses pembuktian terhadap kerugian atau kecelakaan yang menimpa konsumen akibat produk cacat, berdasarkan ketentuan hukum perdata yang berlaku, maka hukum yang menerapkan product liability memberlakukan prinsip tanggungjawab mutlak (strict liability principle). Tanggungjawab pelaku usaha atas kerugian yang diderita konsumen dalam Undang-Undang tentang perlindungan konsumen diatur secara khusus dalam bab VI, mulai pasal 19 sampai dengan pasal 28. Tanggungjawab pelaku usaha diatur 7 (tujuh) pasal (pasal 19, 20, 21, 24, 25, 26 dan 27). Prosedur pembuktian diatur dalam 2 (dua) pasal (pasal 22 dan 28), dan pasal 23 mengatur penyelesaian sengketa dalam hal pelaku usaha tidak memenuhi kewajibannya untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen. Undang-undang ini juga menekankan pentingnya keberadaan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat untuk meningkatkan bergaining position pihak konsumen, sebagai sarana penyeimbang hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Deskripsi Alternatif :

Prinsip Caveat emptor (let the buyer beware) dan paham pasar bebas (laissez faire) pada dasarnya diberlakukan sebagai upaya untuk melindungi industri-industri yang sedang tumbuh. Tetapi suasana ini ternyata juga mendatangkan dampak bagi para konsumen, banyak produk yang dikonsumsi oleh para konsumen ternyata merugikan. Keprihatinan atas kondisi yang dialami oleh konsumen itu melahirkan gugatan para penulis, mereka menghendaki adanya kewajiban profesional (professional duty) yang harus dibebankan kepada para produsen. Kewajiban itu merupakan kewajiban yang lahir sebagai tuntutan kepentingan umum. Situasi itu, kemudian melahirkan pemikiran product liability. Mengingat betapa sulitnya proses pembuktian terhadap kerugian atau kecelakaan yang menimpa konsumen akibat produk cacat, berdasarkan ketentuan hukum perdata yang berlaku, maka hukum yang menerapkan product liability memberlakukan prinsip tanggungjawab mutlak (strict liability principle). Tanggungjawab pelaku usaha atas kerugian yang diderita konsumen dalam Undang-Undang tentang perlindungan konsumen diatur secara khusus dalam bab VI, mulai pasal 19 sampai dengan pasal 28. Tanggungjawab pelaku usaha diatur 7 (tujuh) pasal (pasal 19, 20, 21, 24, 25, 26 dan 27). Prosedur pembuktian diatur dalam 2 (dua) pasal (pasal 22 dan 28), dan pasal 23 mengatur penyelesaian sengketa dalam hal pelaku usaha tidak memenuhi kewajibannya untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen. Undang-undang ini juga menekankan pentingnya keberadaan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat untuk meningkatkan bergaining position pihak konsumen, sebagai sarana penyeimbang hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiM
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: