Path: Top Journal Jurnal_Ilmu_Teknik_Diagonal 2002

Aplikasi teknik stated preference dalam model pemilihan moda angkutan umum dalam kota (Kasus Angkutan Bus Kota di Surabaya)

Jurnal Diagonal, Volume 3, Nomor 2, Mei 2002
Journal from JIPTUNMERPP / 2008-01-09 09:44:51
Oleh : Budiyono, Faculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang (Diagonal@teknik.unmer.ac.id)
Dibuat : 2002-05-01, dengan 0 file

Keyword : Teknik stated preference, moda angkutan umum, angkutan bus kota, state preference method, public transportation mode, city bus transportation.

Salah satu ciri utama masalah yang ada pada sistem angkutan umum di Indonesia pada umumnya dan di kota Surabaya pada khususnya adalah dominannya captive users yaitu pemakai jasa yang mempunyai keterbatasan pilihan jenis moda angkutan. Akibat dari kondisi ini adalah keseimbangan antara permintaan dan penyediaan angkutan umum lebih cenderung dipengaruhi oleh pihak penyedia angkutan umum dari pada pemakai jasa angkutan. Tujuan studi ini adalah untuk membuat model pilihan moda angkutan dan mengetahui proposi penggunaan moda angkutan antara angkutan bus kota non patas dan angkutan bus kota patas (AC)di Surabaya, khususnya rute Terminal Purabaya - Jembatan Merah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi tunggal dan analisis regresi ganda linier dengan bantuan program SPSS 9. Karakteristik pelayanan angkutan yang dipakai meliputi : biaya perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi pelayanan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik Stated Preference, yaitu dengan wawancara langsung kepada para pengguna jasa angkutan. Dalam pelaksanaannya petugas membawa lembar kuisoner dan dalam memilih responden dilakukan secara acak (random sampling). Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diketahui dengan tarif Rp. 1.100,- waktu tempuh 20 menit dan frekuensi 64 kali/hari maka proporsi penggunaan moda angkutan bus kota patas (AC) akan meningkat sebesar 16,71% (kategori pekerja); 70,67% (kategori pelajar) dan 90,77% (kategori secara umum).

Deskripsi Alternatif :

Salah satu ciri utama masalah yang ada pada sistem angkutan umum di Indonesia pada umumnya dan di kota Surabaya pada khususnya adalah dominannya captive users yaitu pemakai jasa yang mempunyai keterbatasan pilihan jenis moda angkutan. Akibat dari kondisi ini adalah keseimbangan antara permintaan dan penyediaan angkutan umum lebih cenderung dipengaruhi oleh pihak penyedia angkutan umum dari pada pemakai jasa angkutan. Tujuan studi ini adalah untuk membuat model pilihan moda angkutan dan mengetahui proposi penggunaan moda angkutan antara angkutan bus kota non patas dan angkutan bus kota patas (AC)di Surabaya, khususnya rute Terminal Purabaya - Jembatan Merah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi tunggal dan analisis regresi ganda linier dengan bantuan program SPSS 9. Karakteristik pelayanan angkutan yang dipakai meliputi : biaya perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi pelayanan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik Stated Preference, yaitu dengan wawancara langsung kepada para pengguna jasa angkutan. Dalam pelaksanaannya petugas membawa lembar kuisoner dan dalam memilih responden dilakukan secara acak (random sampling). Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diketahui dengan tarif Rp. 1.100,- waktu tempuh 20 menit dan frekuensi 64 kali/hari maka proporsi penggunaan moda angkutan bus kota patas (AC) akan meningkat sebesar 16,71% (kategori pekerja); 70,67% (kategori pelajar) dan 90,77% (kategori secara umum).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUNMERPP
OrganisasiFaculty_of_Engineering_-_Merdeka_University_Malang
Nama KontakDra. Wiwik Supriyanti, SS
AlamatJl. Terusan Halimun 11 B
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0341-563504
Fax0341-563504
E-mail Administratorperpus@unmer.ac.id
E-mail CKOwsupriyanti@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Editor: